POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Manfaatkan Lahan Brandgang Warga Lapas Batam Panen Sawi Organik

Panen sawi organik di Lapas Kelas II A Batam.

BATAM, POSMETRO.CO : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam, Tembesi serta warga binaan di tempat ini cukup kreatif.

Jalan kecil dan saluran air di antara petak bangunan di samping Lapas atau brandgang, dimanfaatkan untuk memproduksi sawi organik.

“Ini salah satu unit pelaksana teknis pemasyarakatan, untuk menjalankan tugas dan fungsi kepada warga binaan melalui pembinaan keterampilan kemandirian,” ucap  Ka Lapas Kelas II A Batam, Dannie Firmansyah.

Dannie mengatakan, tujuan pembinaan kemandirian ini untuk mempersiapkan warga binaan kemasyarakatan, agar memiliki keahlian dan keterampilan serta produktif, sehingga saat bebas nanti bisa membuka peluang usaha sendiri.

“Salah satu contoh pembinaan kemandirian, adalah kegiatan pertanian dan perkebunan,” ucapnya, Jumat (16/4).

Dari hasil pembinaan yang telah dilakukan, Lapas Batam berhasil memanen sawi organik pada Kamis(15/4) kemarin. Sawi yang dipanen itu pun cukup memuaskan karena tumbuh dengan sempurna.

“Jumlah hasil yang dipanen sebanyak 400-500 kg sawi organik. Hasil panen ini akan dipasarkan untuk internal Lapas,” jelasnya.

Dannie mengatakan, Lapas sengaja  memanfaatkan lahan di area brandgang. Sebab selama ini, lahan tersebut tidak difungsikan. Hasil produksi sayur ini pun murni dari kerja, keras petugas Lapas serta warga binaan di sana.

“Saya cukup puas dengan hasil panen ini, sebab sayurnya tumbuh dengan subur, itu semua berkat kerja keras warga binaan dan lapas,” terangnya.

Dengan hasil panen sayur orgamik ini, sebut Dannie, maka kegiatan bercocok tanam tersebut akan dikembangkan serta dilaksanakan berkelanjutan agar hasil yang panen lebih banyak.

“Rencana kita kedepan seperti itu, kegiatan ini akan kita kembangkan lagi supaya hasilnya lebih banyak,” sebutnya.

Tak lupa, Dannie juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Batam yang tidak henti-henti memberikan pembinaan kepada warga ninaan agar memiliki skill atau keterampilan.

“Saat warga binaan sudah bebas, saya berharap agar mereka membuka usaha dengan keterampilan yang dimiliki sekarang ini,” pungkasnya. (jho)