POSMETRO.CO Metro Kepri Natuna

Kasal Tandatangani Prasasti Pembangunan Stasion Bantu Kapal Selam dan Sarpras Mess

NATUNA, POSMETRO.CO : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. menandatangani prasasti pembangunan Stasiun Bantu (Sionban) kapal selam dan peresmian Mess Tjiptadi, di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin, (5/4).

Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. menyampaikan bahwa pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai kedepan akan ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) seiring nomenkelatur pergantian Lantamal menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar).

“Pangkalan merupakan bagian dari SSAT yang harus bisa memenuhi kebutuhan 5R (Rebase, Replenishment, Repair, Rest and Recreation) juga kedepan memiliki fugsi sebagai kotama operasional,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. saat didampingi Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S. E., M. M.

TNI Angkatan Laut sebut Laksamana TNI Yudo Margono, tetap berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana pendukung tugas operasi prioritas dalam menuju TNI Angkatan Laut yang profesional, mandiri dan tangguh.

Dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendukung ini terlaksana berkat perjuangan semua unsur.

Sampai saat ini tambah Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. situasi pandemi Covid-19 masih terus memberikan dampak signifikan terhadap roda perputaran ekonomi bangsa, yang secara langsung telah berimbas pada refocusing dan realokasi anggaran negara termasuk di dalamnya anggaran pertahanan.

“Pandemi ini telah mengajarkan kita bahwa pembangunan kekuatan tidak harus menunggu anggaran yang besar, tetapi kita bisa membangun kekuatan itu dengan skala prioritas, yang pada akhirnya secara bertahap dengan penuh keyakinan kekuatan armada tempur TNI Angkatan Laut bisa memberikan efek gentar baik itu di kawasan regional maupun global,” tambah Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.,

Kasal menjelaskan bahwa TNI AL perlu menyikapi perkembangan lingkungan strategis saat ini dengan bijak. Apalagi perairan Natuna Utara saat ini merupakan wilayah perairan yang cukup menarik perhatian bagi negara-negara di Kawasan.

“Sengketa wilayah perbatasan saat ini masih menjadi tren bagi bangsa-bangsa yang berada di Kawasan perairan Natuna Utara,” kata Yudo Margono.

Dengan adanya perebutan kepentingan antara dua negara besar tersebut jelas Yudo Margono, S.E., M.M., bukan tidak mungkin akan memberikan dampak bagi negara Indonesia.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati. Sebagai prajurit kita akan senantiasa terpanggil ketika kedaulatan negara kita terancam. Maka, wajib bagi kita dimasa damai ini untuk terus berbenah, terus membangun kekuatan sehingga ketika Ibu Pertiwi memanggil, kita sudah siap,” tegas Laksamana Yudo Margono.

Terpisah, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S. E., M. mengatakan penandatanganan prasasti pembangunan Sionban kapal selam dan peresmian Mess Tjiptadi merupakan momentum bersejarah terutama untuk jajaran Koarmada I.

“Dengan selesainya pembangunan sarana dan prasarana pendukung Alutsista dan Prajurit TNI Angkatan Laut diharapkan menjadi pendukung perkembangan lingkungan strategis di pangkalan terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga” kata Pangkoarmada I.

Sebagaimana diketahui kata Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S. E., M.M. Sionban Kapal Selam Natuna akan dibangun di lahan seluas 1.050 M2, dengan bangunan dua lantai seluas 1.008 M2.

“Sionban tersebut akan menampung daya listrik dari PLN sebesar 555 KVA untuk aliran darat dukungan kapal selam. Sementara itu, Mess Tjiptadi Lanal Ranai yang memiliki fasilitas 11 kamar dibangun di atas luas tanah 1.100 m2 dengan luas bangunan 585 M2,” pungkas Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S. E., M. M. (maz)