POSMETRO.CO Nasional Daerah

Informasi Massa Haji Permata Bergerak ke Karimun, Kanwil DJBC Kepri Dijaga Ratusan Personel Gabungan

Pintu Masuk Utama Kanwil DJBC Kepri di tutup. Mobil Water Canon di siagakan, sejumlah personel Polres Karimun dan TNI baik AD dan AL juga di tempatkan guna mengantisipasi massa simpatisan Haji Permata yang tewas tertembak di perairan Tembilahan.(foto-ria/Posmetro)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kantor Wilayah DJBC Kepri kembali mendapatkan penjagaan ketat, Selasa (19/1). Penjagaan yang melibatkan personel gabungan baik Polri maupun TNI ini dilakukan sejak pagi, pasca tewasnya pengusaha asal Batam, Haji Permata yang tewas dengan 3 luka tembakan, dalam insiden penangkapan Kapal Bermuatan Rokok yang diduga Illegal di Perairan Tembilahan.

Penjagaani ini juga terkait adanya informasi pergerakan massa simpatisan Haji Permata dari Batam yang akan mendatangi Kanwil DBJC Kepri di Kabupaten Karimun, Selasa (19/1).

Pantauan POSMETRO.CO sejak Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan Personel dari Polres Karimun, TNI AD, TNI AL disiagakan di Kanwil DJBC Kepri. Satu mobil Water Canon milik Polres Karimun pun terlihat di standbye kan di pintu masuk Kanwil DJBC Kepri.

Sejumlah FKPD Karimun pun terlihat berada di lokasi. Bupati Karimun, Dandim TBK, Danlanal Karimun, Kapolres Karimun terlihat juga berada di Kanwil DJBC Kepri sejak Selasa pagi.

Humas Kanwil DJBC Kepri Arif Ramadhan yang dikonfirmasi POSMETRO.CO membenarkan penjagaan di Kanwil DJBC Kepri merupakan langkah pengamanan dan konrdinasi terkait antisipasi kedatangan massa dari Batam dan Karimun.

Arif mengatakan Kanwil DJBC Kepri membuka diri untuk melakukan mediasi dan kordinasi dengan pihak KKSS atau massa simpatisan yang akan datang hari ini.

“Kita membuka mediasi dan memberikan kesempatan untuk pihak keluarga dan massa simpatisan untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara mediasi nantinya yang akan kita gelar terbatas jumlahnya,” terang Arif.
Disebutkannya juga, massa yang datang diharapkan menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang sesuai prosedur, dan tidak melakukan aksi anarkis nantinya.(ria)