POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kembali Bertugas, Rudi Tinjau Program Kotaku Tanjung Riau

Wali Kota Batam, HM Rudi meninjau pengerjaan proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kampung Tua, Tanjung Riau, Minggu (6/12). Foto: hbb

BATAM, POSMETRO.CO: Kembali bertugas, Wali Kota Batam, HM Rudi meninjau pengerjaan proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kampung Tua, Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Batam, Minggu (6/12).

“Jadi proyek ini sudah lama. Kita sudah rapat bolak-balik dan sudah direstui pertengahan tahun kemarin. Makanya, sudah dibangun. Saya cek hasilnya daripada kesepakatan. Sesuai tak spek yang dikerjakan,” katanya.

Rudi menegaskan, salah satu yang menjadi fokusnya adalah penataan infrastruktur, termasuk pembuangan air. Pihaknya ingin memastikan proyek ini aman terutama pada saluran air. Sehingga, program ini sesuai dengan tujuan awal yakni Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Salah satu masalah ini pembuangan air. Jadi saya sangat kontrol jangan sampai Kotaku (Kota tanpa kumuh) ini tapi airnya tak ngalir. Ini akan jadi masalah. Jadi kita sepakat sisanya kita geser ke sini,” tegasnya.

Pada intinya kata Rudi, Tanjung Riau akan menjadi pilot project Kampung Tua Kotaku. Adapun penataan skala kawasan kampung tua meliputi area gapura, plaza, ruang terbuka, pelantar, pusat pertemuan dan lainnya. Bahkan, sejumlah kampung tua lainnya akan menjadi target selanjutnya. Seperti Tanjung Uma, Batu Merah, Nongsa.

“Intinya saya ingin Tanjung Riau ini menjadi contoh Kampung Tua Kotaku. Kalau ini selesai saya bisa bergeser ke kampung tua lainnya. Mungkin Tanjung Uma, Batu Merah mungkin juga ke Nongsa. Kalau bisa, dua atau tiga kampung tua sekaligus kita bangun,” jelasnya.

Nantinya, kampung tua akan menjadi destinasi wisata. Penataan kampung tua merupakan salah satu program prioritas yang diusulkan Pemko Batam ke pusat. Sesuai dengan tujuan Batam menjadi kota wisata.

Diakuinya, seharusnya penataan kampung tua berjalan tahun lalu, namun karena anggaran terbatas pengerjaannya tertunda. Sehingga, baru tahun ini terlaksana.

“Masyarakatnya harus bersih dari lingkungan. Dan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat yang tinggal di sini,” ucapnya.

Proyek yang dibiayai pusat ini merupakan pilot project untuk penataan kampung tua di Batam. Untuk awal pembangunan Kotaku ini pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp 15 miliar, dan ditargetkan selesai Mei mendatang. Proyek saat ini dalam tahap penyelesaian. Bangunan pelantar sudah mulai terlihat, dan dalam tahap finalisasi.

Sebelumnya, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam, Memby Untung Pratama menambahkan, pelaksanaan reforma agraria dibarengi dengan pembangunan Kotaku. Salah satu faktor yang mendukung terlaksananya reforma agraria adalah infrastruktur.

“Jadi tujuan reforma agraria adalah mendorong pelaku usaha untuk maju, serta memberikan pembekalan untuk produk agar memiliki nilai jual. Selain itu juga memfasilitasi agar pelaku usaha bisa mendapatkan modal usaha dari perbankan,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Batam, Eryudhi Apriadi menjelaskan, Tanjung Riau merupakan bagian dari program Kotaku. Kampung tua yang berada di Kecamatan Sekupang merupakan wilayah yang sudah terkenal dengan kuliner dan budayanya. Untuk itu perlu ditata agar bisa menjadi destinasi wisata. Penataan infrastuktur dimulai dari bangunan, saluran air dan lainnya termasuk usaha kuliner.

“Kita yang menyiapkan DED-nya. Yang lelang mereka (pusat). Anggaran juga dari pusat. Tidak terikat tahun ini dan bisa dilanjutkan tahun depan. Nantinya, setelah ditata, kampung tua akan menjadi lebih baik dari segi infrastuktur,” ucapnya saat itu.(hbb)