POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Proyek di Marina Beraktifitas Lagi, Lurah: Jika Melanggar Kita Hentikan 

Lurah Tanjung Riau, Sofyan. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Aktifitas proyek pematangan lahan di Ruli Kebun Sayur, persisnya di depan Perumahan Marina Central, Kecamatan Sekupang sempat berhenti. Pasalnya warga komplain, karena proyek tersebut mengganggu aktifitas pengendara di jalan Marina City.

Namun saat ini, aktifitas pematangan lahan beroperasi kembali. Hal ini karena pengerjaan proyek memiliki legalitas yang sah. Seperti aktifitas sebelumnya, tanah yang dikorek menggunakan kobelco itu kembali dimuat lori, lalu dibawa menuju Tanjung Riau.

“Tak ada masalah terhadap perizinan. Legalitasnya proyek lengkap, makanya kita tidak bisa menghentikan aktifitas itu,” kata Sofyan, Lurah Tanjung Riau, Selasa (1/12) siang.

Sofyan mengakui, sebelumnya ia sering mendapatkan keluhan dari warga. Pasalnya aktifitas pematangan lahan tersebut menimbulkan debu dari sisa tanah yang dibawa ban truk. Dan ketika hujan, maka jalan akan licin. Sudah banyak pengendara yang terjatuh.

“Warga hanya ingin agar jalan yang ditumpuk tanah langsung dibersihkan. Hal ini pun sudah saya sampaikan ke pihak pengembang,” ujar Sofyan.

Sofyan melanjutkan, aktifitas pematangan lahan yang berada persis di pinggir jalan Raya Marina itu akan dibangun sekolah. Untuk itu, warga harus mendukung, agar dunia pendidikan di wilayah Marina semakin berkembang.

“Pemberitahuan kepada RT dan RW terkait pematangan lahan sudah ada. Tapi jika nantinya proyek itu melakukan pelanggaran, maka akan kita hentikan,” tutup Sofyan.

Amos, warga Marina mendukung pembanguan di kawasan Marina. Namun ia berharap agar pengelola memikirkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan utama Marina.

“Silahkan beroperasi, tapi jalan harus selalu dibersihkan,” ucapnya.

Menurut Amos, selama ini kontraktor proyek selalu mengabaikan kenyamanan pengendara. Bahkan truk pengangkut tanah tak ada terpalnya, akhirnya tanah berjatuhan di jalan raya.

“Lalu, petugasnya hanya membersihkan tanah di pintu keluar dan masuk truk saja, sedangkan tanah di bahu jalan lainnya tidak bersihkan,” tuturnya.

Kedepannya, Amos berharap agar ada pengawasan serius dari petugas terkait. Jika pengawasannya hanya berlangsung sementara, maka warga khawatir jalan akan kembali berdebu.

“Padahal jalan utama Marina baru selesai diperbaiki dan memakan biaya miliaran rupiah. Jika tak ada pengawasan, maka akan cepat rusak,” tutupnya.(jho)