POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kasus Covid-19 di Batam Sulit Dikendalikan, Sehari 89 Warga Kena Corona

Infografis peta situasi terkini positif Covid-19 masih dalam perawatan, Senin (30/11).

BATAM, POSMETRO.CO: Warga Batam yang terpapar Covid-19 sulit dikendalikan. Tiap hari selalu ada penambahan. Senin (30/11), ada 89 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Sehingga, total kasus warga kena Covid-19 menjadi 4.105 orang.

“Virus (Covid-19) ini belum berhasil dituntaskan. Karena semakin melemahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tegas Didi Kusmarjadi, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Selasa (1/12).

Sementara, ditanggal yang sama pasien yang sembuh hanya 6 orang. Dengan total kesembuhan sebanyak 3.246 orang. Pasien yang meninggal sudah mencapai 103 orang. Sedangkan, pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 756 orang. Sebagian pasien masih ditempatkan di Bapelkes, isolasi mandiri dan sejumlah rumah sakit swasta maupun milik pemerintah. Dari data terlampir sebanyak 455 OTG dirawat di RSKI Covid-19 Galang.

“Pasien Covid-19 yang banyak ditampung di RSKI dengan kategori OTG. Yang lainnya ada isolasi mandiri, persiapan evakuasi dan rumah sakit,” jelas Didi

Pasien yang terinfeksi berdasarkan pekerjaan masih bergerak di klaster karyawan swasta sebanyak 2.290 orang. Disusul, Ibu Rumah Tangga (IRT) baik menjadi 372 orang, lalu wiraswasta ada 283 orang, dan lainnya. Di sisi lain sembilan kecamatan mainland masih di zona merah, dua kecamatan hiterland berwarna kuning. Hanya satu kecamatan pulau penyangga yang berada di zona aman yakni hijau.

“Penambahan pasien masih berasal dari klaster karyawan swasta, IRT, dan beragam. Iya, masih ada kecamatan zonanya tidak berubah. Hal ini berdasarkan pasien yang dirawat,” jelas Didi.

Selain itu, Didi menegaskan, pasien yang terpapar Covid-19 yang sudah diisolasi selama 10 hari tidak perlu diswab perihal ini merujuk pada aturan baru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Selepas masa isolasi, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah bisa langsung dipulangkan. Dalam aturan World Health Organization (WHO) memaparkan apabila sudah 10 hari virus tersebut tak menularkan lagi.

“Kalau yang di BTKL gratis dan tak bayar. Kecuali kalau mau mandiri tetap bayar misalnya keperluan kerja dan lainnya. Dan kalau dia sudah di karantina 10 hari mau di swab lagi, dia bayar sendiri,” beber dia

Lanjut dia, isolasi mandiri dan tak swab tes sudah dilakukan RSKI Covid-19 Galang. Mengenai hal itu berdasarkan aturan Kemenkes RI.

“Kalau adanya pembayaran saya kurang tahu. Lantaran hubungan mereka langsung dengan pusat,” pungkasnya.(hbb)