POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

17 Kasus Mandeg, 10 Polsek di Batam Dapat Raport Merah dari Ombudsman Kepri

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi sejumlah Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang banyak diadukan masyarakat Batam.

Salah satunya Polisi Sektor (Polsek) di lingkungan Polresta Barelang. “Ada 10 Polsek di Batam selain Polsek Galang dan Polsek Belakang Padang dan SPKT Polresta Barelang yang jadi raport merah kami,” ucap Lagat kepada POSMETRO.CO di sela Rapat Akhir Tahun, Minggu (29/11).

Dalam kajian, Ombudsman Kepri menemukan Polsek-Polsek yang tidak memenuhi standar pelayanan SPKT. Dimana, Ombudsman Kepri menemukan petugas yang tidak berkompeten dalam melayani masyarakat alias tidak melalui Standar Operational Presedur (SOP).

Harusnya, siapapun masyarakat yang datang ke Polsek diproses dulu.

“Banyak masyarakat yang mengadu ke kami. Harusnya (laporan) diterima dulu. Baru ke penyidik, penyidik mendalami dan setelah itu baru keluarkan tanda lapor kepolisian,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan lalu menelusurinya ada sekitar 17 kasus yang “jalan di tempat” alias mangkrak di kepolisian.

“Ini kasus-kasus lama atau mandeg. Yang Kanit (Kepala Unit) nya sudah pindah tugas,” tambahnya.

Lagat juga menyebut, hasil kajiannya itu akan dirilis pada akhir tahun nanti.

“Kita sedang siapkan, mudah-mudahan Desember ini kita rilis,” janjinya.(tim)