POSMETRO.CO Metro Kepri Lingga

Kompak, Antusias dan Riuh saat Warga Sambut Kampanye BISA di Sungai Buluh

 

Kampanye Paslon Nomor 1 di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat. Foto: mrs

LINGGA, POSMETRO.CO: Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga sudah membuktikan telah melahirkan putra-putra yang berkualitas, ada yang Jenderal, pernah menjabat BUMN, Wakil Wali Kota, Anggota DPRD, Pejabat Pemkab Lingga, dan insya Allah tidak lama lagi akan muncul Wakil Bupati Lingga.

Ir. H. Muhammad Ishak, MM, sebagai Calon Bupati Lingga didampingi Calon Wakil Bupati Lingga Salmizi, ST dengan nomor urut 1, kepada POSMETRO.CO, mengatakan, masyarakat Sungai Buluh juga telah di kenal sangat kompak dalam mendukung tim sepak bolanya, kala bertanding di mana saja.

“Saya sangat berkeyakinan masyarakat Desa Sungai Buluh akan bersatu padu memberikan dukungan ke Paslon Nomor 1, dimana calon wakilnya merupakan salah satu putra terbaik ke banggaan Desa Sungai Buluh,” kata Muhammad Ishak, Rabu (25/11) dan mengaku ketika kampanyenya di hadapan masyarakat Desa Sungai Buluh, Selasa (24/11) dan melanjutkan kampanye beberapa titik di Sungai Buluh di sambut tepukan riuh dari masyarakat yang hadir.

Selain Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor 1, juga di hadiri Ketua Pemenagan Bersama Ishak – Salmizi (BISA) wilayah Singkep sekitar, Ir. Agusnorman, Ketua DPD PKS Kabupaten Lingga Al Ghazali, Ketua LAM Kecamatan Singkep Barat, orang tua dan abang-abang kandung Salmizi yang menyaksikan langsung kampanye mereka sampai selesai.

Lanjut pria yang di kenal humoris ketika kampanye, dia melihat antusias kehadiran masyarakat Desa Sungai Buluh ingin melihat dan mendengar kampanye Paslon Nomor 1, dengan jargon BISA pada hari itu rasanya semakin tampak dan jelas bahwa masyarakat Kabupaten Lingga sudah tidak sabar lagi untuk segera mengharapkan terjadi perubahan yang lebih baik di Kabupaten Lingga saat ini sudah berusia 17 tahun.

“Masyarakat kita sudah semakin cerdik dan pintar untuk memilih pemimpin yang di harapkan akan membawa perubahan di Bumi Bunda Tanah Melayu,” ucapnya.

Pemimpin yang tidak saja dianggap mampu mnegelola tata pemerintahan, sambungnya, pemimpin yang memahami berbagai permasalahan dan mampu mencarikan solusinya, pemimpin yang tidak asal jawab (lain ditanya lain dijawab), tetapi juga pemimpin yang paham, dapat memberikan kenyamanan bekerja kepada bawahan dan selalu menjadi suritauladan di masyarakat.

Masyarakat sudah tidak mempan lagi dengan janji-janji, sebutnya, apalagi dengan memberikan sesuatu karena undang-undang nomor 8 tahun 2015 telah jelas-jelas menyebutkan larangan politik uang, bahwa sanksi hukumnya akan berlaku kepada pemberi tetapi juga kepada penerima kalau kedapatan bukti-buktinya,” terangnya.

“Kami Paslon Nomor 1 tidak membuat dan menyusun visi misi yang muluk-muluk karena kamu tahu priode kepala daerah kedepan tidak sampai 5 tahun 5 tahun kecuali ada perubahan undang-undang, tetapi apabila 15 program unggulan dapat dijalankan secara konsisten, Lingga akan berubah, Insya Allah,” tukasnya.(mrs)