POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Waspada, Beredar Tabung Gas 3 Kilo Palsu

Tabung elpiji 3 kilogram palsu dipajang di salah satu agen. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Belum lama ini, warga Batuaji dan Sagulung merasa legah. Pasalnya gas elpiji 3 kilogram mulai stabil. Tiba jadwalnya, maka gas melon ini sudah bisa dijemput di tiap pangkalan di masing-masing perumahan.

Tapi rasa lega yang dialami warga tidak berlangsung lama. Hal ini dikarenakan adanya tabung gas palsu yang beredar di lingkungan masyarakat. Bahkan tabung gas ini tidak diterima oleh agen.

Daniel, warga Tanjunguncang, Batuaji sempat terkejut. Pasalnya tabung gas yang hendak ia tukar ke pangkalan tidak diterima oleh pemilik pangkalan. Sebab tabung gas milik Daniel palsu.

“Terkejut saya, masa tak diterima tabung gas ini,” kata Daniel.

Daniel menjelaskan, di masa sulitnya mendapatkan tabung gas, ia terpaksa membeli gas dari pinggiran jalan. Lalu tabung gas ini digunakan untuk kebutuhan dapur.

“Selama saya menggunakan tabung gas ini, ada bedanya. Putarannya tak cocok, kalau dipegang regulatornya, maka gas akan keluar karena longgar,” terang Daniel.

Kepala rumah tangga tersebut menjelaskan, tabung gas palsu sangat beda dengan yang asli. Warnanya jauh lebih cerah dari yang aslinya, lalu cara pengelasan tabung gas palsu tidak rapi atau asal-asalan.

“Pokoknya safetynya sangat kurang. Lalu tabung gas palsu ini bau thinner,” kata Daniel.

Untuk mengantisipasi adanya korban lain, Daniel berharap agar ada tindakan dari petugas terkait. Jika tidak, maka akan banyak yang celaka karena safety gas palsu ini sangatlah minim.

“Pokoknya bahaya bang. Apalagi jika anak-anak main di dekat gas palsu itu,” tutupnya.

Beredarnya tabung gas palsu ini diakui oleh Yanto, pemilik pangkalan gas di Tanjunguncang. Ia menyebut, dirinya harus serba teliti saat konsumen ingin menukar gas.

“Kadang mereka ngotot agar tetap bisa ditukar. Katanya, tabung gas itu dapat dari pedagang eceran,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yanto menyebut permasalahan gas yang langka sudah bisa di atasi. Tapi itu tadi, tabung gas palsu ini menjadikan warga tak nyaman karena bisa menimbulkan malapetaka bagi yang memakainya.

“Kita harap supaya semua tabung gas palsu diamankan dan dicari tahu siapa yang buat itu,” pintanya.

Sejauh ini, ada satu pangkalan di Tanjunguncang yang kecolongan tabung gas palsu. Akhirnya tabung gas palsu tersebut dipajang di depan pangkalan supaya masyarakat bisa membedakan mana tabung yang asli dan yang palsu.

“Ada satu yang lolos. Saat agen datang, mereka tak mau terima tabung gas palsu itu. Makanya kami jadikan contoh di depan agar masyarakat tahu mana yang asli dan palsu,” ujar pengawas SPBU Tanjunguncang, Ahmad Rofiq.

Pria yang sering disapa Rofiq ini menyebut, SPBU Tanjunguncang sudah sering menolak penukaran tabung gas palsu. Biasanya tabung gas palsu akan lebih mengkilat, lalu cara pengelasan tabung gas palsu tidak rapi dan terkesan asal jadi.

“Ada warga yang hendak menukar, tapi tak kami layani karena tabung gas yang dibawa palsu. Kemungkinan besar tabung gas palsu ini didapat dari eceran,” tutupnya.(jho)