POSMETRO.CO Kepri Jaya

“Anambas Saja Ada Lab PCR, Batam Sebesar Ini Tak Punya”

Pjs Gubernur Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Penyebaran Covid-19 terus meningkat, bahkan mulai masuk ke kawasan industri di Batam. Situasi tersebut menjadi perhatian Pjs Gubernur Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin, saat rapat tentang Penanganan Covid-19 di Kawasan Industri Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Rabu (3/11).

“Penyebaran Covid-19 sudah masuk di kawasan industri. Ada sekitar 1.500 orang-an,” bebernya.

Melihat jumlah kasus tersebut jangan sampai seluruh industri ditutup. Jika tak mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Namun ia berkomitmen tidak akan menutup aktivitas ekonomi.

“Pertanyaannya apakah kawan-kawan industri komitmen. Jangan sampai lonjakan terjadi kembali,” ucap Bahtiar.

Selain menangani kasus di kawasan industri Bahtiar, meminta Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum untuk mencari tempat buat isolasi OTG. Agar tidak digabung dengan jumlah pasien positif Covid-19. Selain itu, masyarakat harus kita siapkan untuk bertempur melawan Covid-19.

“Karena persoalan ini tak bisa selesai dalam waktu dekat. Vaksin pun bukan berarti membuat masalah ini berhenti. Kalau ada vaksin lebih awal dan vaksinnya paten,” ulasnya.

Dalam penyiapan APBD 2021, pihaknya harus melihat kesiapan dan jumlah rumah sakit, tenaga medis, perlengkapan tenaga medis dan termasuk laboratorium. Hal ini untuk penanganan Covid-19 di Kota Batam. Di mana tahun depan anggarkan lab PCR harus terealisasi.

“Seluruh daerah akan dievaluasi penanganan Covid-19. Saya pastikan APBD 2021 untuk penanganan Covid-19 clear. Padahal cuma Rp5 miliar. Aneh juga bagi saya. Masak Batam dengan kapasitas piskal yang besar tapi lab tak ada. Mengandalkan sumbangan semua itu tidak bisa melayani masyarakat dalam jumlah banyak,” terangnya.

Bahtiar berharap pelaku usaha di kawasan industri bisa membuat lab untuk tes PCR. Untuk mengantisipasi jika ada lonjakan kasus. Pengadaan lab tersebut secara patungan antara pelaku usaha kawasan. Sehingga pengecekan bisa membantu pemerintah.

“Masak, Anambas saja ada. Batam sebesar ini tak ada. Saya tak sekedar ngomong. Saya contohkan juga. Penanganan pandemi kita lakukan. Ekonomi juga tetap berjalan. Jadi saya minta di kawasan industri ada,” pesan Bahtiar.

Sementara, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang menegaskan, sejumlah perusahaan sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan, penggunaan masker hingga pakai sarung tangan. Ia mengakui bahwa pihaknya tidak bisa mematau secara keseluruhan perusahaan.

“Penerapan protokol kesehatan sudah ketat di perusahaan. Diperkirakan penularan terjadi di luar jam kerja. Kita tetap mengimbau dan mengingatkan perusahaan lebih ketat lagi,” ulasnya.(hbb)