POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Alap-alap Jalanan Keok Ditangan Tim Bison Sat Res Polres Karimun

Pelaku Jambret saat diamakan Tim Bison Polres Karimun. (Foto-ist/posmetro)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Dalam hitungan jam sejak diketahui beraksi, seorang pelaku alap-alap jalanan diringkus Tim Bison Jajaran Satreskrim Polres Karimun. Pelaku diketahui berinisial PK Alias P ditangkap pada Rabu (28/10) sekitar pukul 22.30 WIB atau berkisar 7 Jam dari kejadian.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan SIK dalam rilisnya, Jumat (30/10) kemarin menyatakan tersangka PK alias P laki-laki, (30) merupakan warga Kabupaten Karimun.

“Dari tersangka berhasil diamankan barang bukti tindak pidana curas Satu buah Handphone merk Vivo type Y91 warna Biru yang diduga kuat milik korban,” ucap Adenan.

Selain barang bukti milik korban polres karimun turut mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka dalam melakukan aksinya berupa sepeda motor merk Honda type Scoopy warna Hitam dengan plat nomor BP 2215 PD dan satu buah helm merk BMC warna Hitam.

Disebut Adenan PK alias P dijerat dengan pasal pasal 365 KUH Pidana, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun penjara.

Penangkapan pelaku Jambret tersebut dilakukan polisi berdasar surat laporan polisi dengan nomor : LP-B/64/X/2020/Kepri/SPKT-Res Karimun, tertanggal 28 Oktober 2020, korban berinisal LP (15) perempuan yang tercatat sebagai Warga Kecamatan Meral. Disebutkanya kejadian bermula pada Rabu 28 oktober 2020, sekira pukul 15.00 wib, korban berjalan kaki di Perumahan Taman Puri menuju jalan besar, saat itu tiba-tiba ada seorang laki-laki mengendarai sepeda motor Scoopy berpapasan dengan korban, kemudian laki-laki yang merupakan pelaku tersebut memutar balik mengikuti korban dan secara tiba-tiba langsung merampas handphone milik korban. Berhasil mendapatkan phonel korban pelaku langsung kabur.

Setelah kejadian tersebut korban LP bersama orangtuanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Piket Siaga SPKT Polres Karimun.

“Tersangka PK saat ini sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan oleh penyidik guna proses hukum selanjutnya,” tegas Adenan lagi.(ria)