Batam

Tetap Beraktivitas, Jangan Abaikan Protkes

Seorang pelayan kafe mencatat pesanan pelanggan. (Foto-chi/Posmetro)

BATAM, POSMETRO.CO: Ancaman Covid-19 masih ada. Tapi, masyarakat Batam dituntut tetap produktif. Tak ada larangan beraktivitas. Yang ada tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes): memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Langkah ini diambil agar masyarakat tetap sehat dan roda perekonomian tetap berputar. Pantauan POSMETRO, aktivitas perkantroran, mall dan kafe sudah beroperasi dengan menerapkan protkes yang ketat. Sebuah kafe, di kawasan Batam Kota, misalnya. Awal pekan, beberapa pengunjung terlihat mengisi meja yang sudah ditata. Satu meja, hanya dua kursi yang boleh diduduki. Semua pelayanan dan pengunjung wajib memakai masker. Pengunjung hanya melepas masker saat makan. Masker tidak ditempel di dagu.

“Membicarakan bisnis dengan relasi,” kata Richard, seorang pengunjung. Saat ini, Richard memang tak takut untuk beraktivitas di luar. “Saya tahu Covid masih ada. Tapi selagi kita mematuhi protokol kesehatan dan rajin berolahraga, saya rasa, kita semua bisa melewati pandemi ini,” kata dia. Ia berharap, walau masih diterpa ‘badai’ Covid-19, sektor jasa dan pariwisata Batam bisa segera pulih.

Keinginan untuk memulihkan sektor wisata Batam ini juga diutarakan oleh Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin. Ia menyebut akan berusaha kembali membuka kunjungan wisata dari Singapura. “Kalau kita buka, kita buka berdasarkan Protkes yang tinggi,” ujar Bahtiar.

Sebelum akses wisata dari mancanegara dibuka, Batam harus berbenah. Tertib menerapkan protkes. Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mendukung beroperasinya tempat umum dan pelayanan publik. Syaratnya, pengelola atau penanggung jawab tempat, wajib menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Jika itu sebuah kafe atau rumah makan, harus mengatur jarak tempat duduk. Meja kasir harus dibatasi dengan pembatas transparan dari kaca atau plastik.

“Dari pantauan saya, masih ada yang memakai masker di dagu,” kata Syamsul. Itu salah. Jika hendak makan atau minum, masker sebaiknya dibuka dengan benar. Bukan diturunkan ke dagu. “Jangan lalai, Pandemi belum usai. Kita patuhi protkes yang ada,” imbaunya.

Di kawasan mall, perkantoran dan kafe, protkes memang sudah dijalankan. Tapi, di sejumlah titik keramaian, banyak masyarakat yang masih abai. Semisal, di sejumlah pasar.

“Kita sudah menggelar beberapa kali razia, dan akan terus rutin digelar,” kata Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Batam. Razia tim gabungan dari TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Ditpam ini menyasar pelanggar protkes, seperti tidak memakai masker dan berkerumun. Sudah ribuan yang terjaring. “Sebanyak sepuluh orang di antaranya dinyatakan reaktif,” ujarnya. Dalam setiap kali razia, petugas membawa rapid tes untuk mengecek kondisi tubuh pelanggar protkes.(chi)