Batam

Jadi Contoh Bagi Siswa, Guru Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Seorang Guru memberikan pelajaran via online kepada siswa di rumah dengan tetap mematuhi protkes. (Foto-Chi/Posmetro)

BATAM, POSMETRO.CO: Belum ada aktivitas belajar tatap muka di Kota Batam. Ini berlaku untuk tingkat SD-SMP. Pembelajaran masih via dalam jaringan (daring). Guru di sekolah memberikan materi pembelajaran online kepada siswa di rumah.

Hasil pantauan POSMETRO.CO di sebuah SMP negeri di Batam, semua guru sudah berkantor kembali. Tapi siswa tetap belajar di rumah. Pemerintah Kota Batam, untuk pertama kali menerapkan kebijakan siswa belajar dari rumah sejak pertengahan Maret lalu. Sejak itu, siswa tak lagi ke sekolah.

Hingga saat ini, untuk para guru sudah beberapa kali ada kebijakan Work From Home (WFH). Bekerja dari rumah. Alasannya, angka pasien Covid sempat membengkak. Terakhir, guru WFH selama sebulan. Kebijakan WFH dua minggu yang sempat diperpanjang. Berakhir 15 Oktober lalu.

“Kini, semua guru sudah sekolah lagi,” sebut Elis, seorang guru SMP. Guru harus menerapkan protokol kesehatan (Protkes). Jarak meja guru yang satu dengan guru yang lain harus diatur sesuai ketentuan protkes. Tempat cuci tangan harus menyediakan sabun. Guru harus memakai masker dan face shield. Mematuhi aturan protkes itu tetap dilakukan saat guru belajar daring dengan siswanya. Guru harus menjadi contoh dalam mematuhi protkes.

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar menyebut, para guru di Kepri harus menjadi contoh bagi siswanya dalam memerangi Covid-19. “Kita ingin memperluas agen-agen perlawanan Covid,” kata dia.

Selama ini, kata Bahtiar, beban itu hanya ditimpakan kepada dinas kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19. Bahtiar berharap, guru-guru menjadi sumber kekuatan pemerintah dalam membantu menyosialisasikan program pemerintah dalam memerangi Covid-19.(chi)