Batam

“Suatu saat Banyak Wisatawan Masuk ke Batam”

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum saat meninjau Pelabuhan Nongsa Pura, Nongsa, Batam, Senin sore (19/10). Foto ist

BATAM, POSMETRO.CO: Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre sudah ditetapkan sebagai pintu masuk – keluar program Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dengan Singapura. Selain itu, sejumlah pelabuhan juga ikut dipersiapkan di antaranya Nongsa Pura, Harbour Bay, dan Bandar Bintan Telani di Lagoi.

Hal itu disampaikan Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum saat meninjau Pelabuhan Nongsa Pura, Nongsa, Batam, Senin sore (19/10). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan akses exit entry point wisatawan di Batam. Meskipun, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center sudah disepakati akan beroperasi pada 26 Oktober nanti.

“Sekarang Pelabuhan Batamcentre sudah ditetapkan. Namun lebih dari itu, beliau (Pjs Gubernur Kepri) yakin suatu saat akan banyak wisatawan yang masuk ke Batam. Maka dari itu, Nongsa Pura, Harbour Bay, Bandar Bintan Telani di Lagoi juga dipersiapkan,” kata Syamsul.

Dari hasil peninjauan akses masuk-keluar di Nongsa Point Marina (NPM), pelabuhan itu sudah sangat siap menyambut wisatawan. Baik dari layanan secara umum maupun sudah berkenaan dengan upaya pencegahan Covid-19.

“NPM sudah sangat siap. Mulai dari kapal masuk ke jetty terus ke imigrasi cek poin langsung dibawa hotel, disiapkan tempat tes PCR. Seperti di Nongsa Marina ini, ada banyak rumah bentuknya resort. Melihat ini semua, sudah sangat siap,” kata dia.

Sementara, kesiapan petugas juga dikatakan sudah siap. Hal ini juga Syamsul sampaikan dalam rapat dengan berbagai stakeholder, untuk mendalami kesiapan layanan di pintu-pintu masuk pelabuhan tersebut.

Dalam rapat turut dihadiri TNI, Kantor Kesehatan, Imigrasi hingga BP Batam. Terlebih Nongsa Poin Marina pernah dijadikan lokasi menginap maupun berkegiatan tokoh Indonesia maupun dunia.

“Jadi wajar di Nongsa Poin ini tingkat security dan safety sudah sangat siap. Ada dua bio safety zone di Kepri, Nongsa ini dan Lagoi,” beber Syamsul.

Lanjut Syamsul, untuk sekarang pihaknya masih menunggu tiga kelompok yang diperbolehkan terlebih dahulu ini. Seperti diplomat, pebisnis maupun pejabat pemerintah yang melewati Batam melalui pintu yang sudah ditetapkan.

“Selanjutnya apabila turis sudah siap berdatangan. Batam juga sudah siap menyambut. Karena semua pelabuhan Internasional sudah melengkapi standar protkesnya. Ini menjamin wisman yang datang aman dan nyaman, dan tidak takut ke Batam,” harap dia.

Sementara, Direktur Badan Usaha Pelabuhan Batam Nelson Idris menyebutkan sejak awal pelabuhan di Batam sudah sangat siap menerima kunjungan di tengah pandemi. Namun, masih ada kekhawatiran.

“Pelabuhan Internasional sudah sangat siap. Hanya bedanya, sekarang antara Indonesia dan Singapura ada PCR (Swab) timbal balik,” pungkasnya.(hbb)