Batam

Luncurkan Pembayaran Virtual Untuk Trans Batam

Launching QRIS di Halte Bus Trans Batam Centre, Jumat (25/9).
(Foto-hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) untuk pembayaran bus Trans Batam resmi diluncurkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri), mengandeng Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Pelanggan jasa transportasi Trans Batam tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai dalam membayar tiket,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja menyampaikan saat launching QRIS di Halte Bus Trans Batam Centre, Jumat (25/9).
Masih kaya Musni,  penggunaan program ini cukup dengan mengandalkan berbagai aplikasi pembayaran seperti LinkAja, Dana, Gopay, Ovo, Shopee Pay, dan lain sebagainya.
Kemudian, transaksi dapat langsung berjalan. Caranya, cukup pindai kode QRIS yang telah disediakan di area halte atau bus. Maka secara otomatis, saldo dalam aplikasi pembayaran akan berkurang sejumlah tarif tiket Trans Batam.
“Pengguna jasa Trans Batam diuntungkan dengan mode pembayaran non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan efisien. Tentunya mempermudah masyarakat untuk membayar,” jelasnya.
Peluncuran dan implementasi QRIS kali ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan transaksi non-tunai di segala lini pembayaran di Kota Batam. Hal tersebut berdasarkan implementasi ini sekaligus juga mengacu pada surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 910/1867/SJ tanggal 17 April 2017 tentang implementasi transaksi non-tunai pada pemerintah daerah Kabupaten/Kota.
“Ini salah satu upaya kita dalam rangka sama-sama mendukung Smart City di Kota Batam,” beber Musni.
Di lokasi yang sama Wakil Wali Kota Batam, H Amsakar Achmad mengatakan bahwa Pemko Batam telah menerapkan cara-cara non-tunai dalam segala aspek pembayaran dan lelang di lingkup pemerintahan.
Dengan harapannya, QRIS dapat secara efektif diandalkan dalam segala aktivitas pembayaran. Sehingga, tata kelola pemerintahan menjadi semakin baik. Bahkan, tekad untuk menuju Smart City, sudah cukup lama diupayakan.
“Bahkan, beberapa sumber pendapatan asli daerah (PAD) telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai, seperti tapping box di hotel dan restoran,” pungkasnya. (hbb)