Batam

Karyawan PT Bandar Abadi Tuntut PKB

Ratusan Pekerja PT Bandar Abadi yang melakukan aksi damai menuntut PKB diberlakukan. (Foto Jho)

BATAM, POSMETRO.CO:  Ratusan Karyawan PT Bandar Abadi menggelar askis Unjuk rasa damai, Rabu (23/9). Akibatnya Akses masuk menuju PT. Bandar Abadi, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji di tutup. Ratusan pekerja ini menuntut Perjanjian Kerja Bersama (PKB) agar segera di berlakukan.

Ketua Federasi Pekerja Mandiri (FPM) PUK Bandar Abadi, Ahmad Yen mengatakan aksi ini untuk menuntut PKB segera di berlakukan. Usulan PKB ini sudah di sampaikan sejak 6 bulan lalu.

Yen menerangkan, yang menjadi tuntutan mendasar adalah masih banyak karyawan yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, padahal itu wajib bagi perusahaan dan diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

“Ada pelanggaran normatif yang dilakukan perusahaan, makanya kami melajukan aksi ini,” ungkap Yen saat berada di depan perusahan, Rabu(23/9) siang.

Selain itu, lanjut Yen, karyawan juga menuntut agar perusahan lebih memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3). Pasalnya, selama ini di perusahan sering terjadi kecelakan kerja bahkan hingga merenggut nyawa.

“Kami ingin ada jaminan keamanan dalam bekerja. Mirisnya lagi, masih ada upah pekerja yang masih Rp 12 ribu perjam. Inikan tidak sesuai dengan UMK yang ada,” tegasnya.

Sebelum melakukan aksi ini, para buruh  sudah berulang kali melakukan mediasi dengan pihak perusahaan dan juga Dinas Ketenaga Kerja Kota Batam, namun sampai saat ini belum ada keputusan yang pasti.

“Yang membuat kawan-kawan ini marah, manajemen kasih alasan yang tidak logis. Katanya ini perusahaan keluarga jadi tidak perlu PKB itu. Inilah yang membuat kami semua melakukan aksi hari ini,” turup Yen.

Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa ini berlangsung damai. Namun demikian, petugas dari Poslek Batuaji tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal hal yang tak di inginkan

Dalam unjuk rasa ini, suasana sempat memanas karena para buruh memblokir akses masuk ke dalam perusahaan. Manajemen dan para staff tidak diperkenankan masuk oleh para pendemo.

Hingga Rabu siang, belum ada keterangan resmi dari manajemen  PT Bandar Abadi kepada media. Bahkan Para buruh pun sudah mulai membubarkan diri. (jho)