Advertorial

Bahaya Eceng Gondok, Potensi Pendangkalan Waduk di Batam

Pembersihan eceng gondok di salah satu waduk di Batam.

BATAM, POSMETRO.CO : Kawasan Dam Duriangkang ada sekitar 180 hektare yang ditumbuhi eceng gondok. Tapi, sekitar 30 hektar enceng gondok sudah dibersihkan.

“Ini salah satu upaya kia untuk menjaga kebutuhan air baku di dam-dam di Kota Batam,” ujar Manajer Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, Selasa (22/9).

Katanya, diperlukan waktu sekitar setahun lebih agar waduk terbesar di Kota Batam tersebut bisa bebas dari eceng gondok.

Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali, menjadi masalah dan dapat membahayakan seperti
pendangkalan atau sedimentasi.

“Untuk mempermudah pekerjaan, kita pasang pengahalang apung atau floating barrier sepanjang 200 meter,” kata Hadjad.

Lanjutnya, floating barrier ini nantinya sebagai penahan eceng gondok agar tidak keluar dari pembatas.

“Nah, eceng gondok ini kita bersihkan dengan harvester, mesin yang diproduksi di Jerman,” jelasnya.

Bahkan dalam sehari, lanjut dia, rata-rata 6 ribuan meter persegi area di Dam Duriangkang dibersihkan dari eceng gondok.

“Kendala kita saat membersihkan  eceng gondok di sini, banyaknya bubu atau jaring apung yang dipasang para nelayan di tengah waduk,” timpalnya.

Selain itu, keberadaan kebun liar dan limbah domestik juga mengancam daerah tangkapan air (DTA) waduk. (cnk/adv)