Advertorial

Fakta Waduk Tembesi dan Potensinya

Dam Tembesi (foto istimewa)
BATAM, POSMETRO.CO :  Badan Pengusahaan (BP) Batam memprediksi, masuk di tahun 2022 ketersediaan air baku di sejumlah waduk di Batam tidak mencukupi kebutuhan.Saat i ni selisih ketersediaan air waduk dengan yang dipakai ATB sekitar 300-400 liter/detik. Apalagi saat musim kemarau atau curah hujan kurang, akan cepat turunnya.

“Ini nantinya akan dibantu dari waduk Tembesi,” ujar Direktur BU Fasling BP Batam, Binsar Tambunan, Selasa (11/8). Pihaknya, saat ini sudah punya kontrak untuk pemompaan air bersih dari Tembesi untuk Mukakuning, Duriangkang yang mungkin akan selesai 2-3 bulan lagi.

“Sehingga nantinya Batam punya cadangan sumber air 600 liter /detik untuk membantu sistem ke-airan yang ada,” kata Binsar.

Terkait dengan proyek pemasangan jaringan pipa (Interconnecting) dari Waduk Tembesi ke Waduk Mukakuning, pihaknya telah melakukan survei dan pengukuran jarak antara Waduk Tembesi dengan Waduk Mukakuning yang akan disambungkan dengan pipa penghubung, yaitu sekitar 4 kilometer.

Proyek pemasangan jaringan pipa bernilai sekitar Rp 45,7 miliar dengan ruang lingkup pekerjaan ini temasuk pengadaan Dan pemasangan pipa, pompa, genset, ponton dan accessories.

“Mengingat kebutuhan ketersediaan air yang sangat mendesak, pelaksanaan pemasangan jaringan pipa parallel dengan pekerjaan lainnya, dengan 4 tim, yaitu 1 tim pekerjaan di hulu, 1 tim di hilir, 1 tim pekerjaan intake/ponton dan 1 tim pekerjaan mekanikal elektrikal,” jelasnya.

Lanjut Binsar, proyek penyambungan pipa ini diperkirakan akan memakan waktu pengerjaan selama 4 bulan, namun diharapkan dapat selesai sebelum 4 bulan dengan kontraktor pelaksana pekerjaan PT Indobangun Megatama selaku pemenang lelang.

Binsar menambahkan, ke depan ini merupakan bagian sistem ketersediaan air baku SPAM Barelang yang akan dikembangkan dalam konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM).

“Berikutnya sedang kita siapkan rencana pembangunan Instalasi pengolahan air dengan Kapasitas 350 liter per detik yang direncanakan dapat beroperasi tahun depan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk 3 hingga 4 tahun ke depan,” tutupnya. (cnk/adv)