Batam

Kabar Duka, 3 Orang Terpapar Covid-19 Meninggal Dunia

Wali Kota Batam HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Batam bertambah 4 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia, 1 pasien dalam kondisi kurang stabil dan menggunakan alat ventilator sedang dalam perawatan medis.

Wali Kota Batam HM Rudi melalui rilis, Rabu (5/8) malam, menyampaikan data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam.

Kasus 327 merupakan perempuan berusia 76,3 tahun. Ibu Rumah Tangga (IRT) ini beralamat di kawasan Ruko Inti Sakti Sungai Jodoh Kelurahan Sungai Jodoh Kecamatan Batu Ampar. Di mana yang bersangkutan pada 2 Agustus datang berobat ke RS Awal Bros Batam. Dengan keluhan demam dan byeri menelan disertai batuk berdahak sejak sehari yang lalu.

Sehubungan dengan keluhannya itu dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dan diperoleh hasil pemeriksaan dengan penegakkan Diagnosis Observasi Febris H2 ec.bacterialinf + Pneumonia + HT Terkontrol on therapy Probable Covid-19. Sehingga harus menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut.

Kemudian pada keesokan harinya, 3 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini
dengan positif. Namun perlu diketahui pada tanggal 4 Agustus kondisi kesehatan yang bersangkutan semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Selanjutnya pemulasaran jenazahnya telah dilakukan sesuai dengan protokol covid-19 melalui kremasi.

Berikutnya, laki-laki usia 49 tahun, ASN-NAKES RS Provinsi Kepri. Ia beralamat di kawasan perumahan Marbela I Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota. Yang bersangkutan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 338.

Pada tanggal 2 Agustus datang berobat ke UGD RS Awal Bros Batam dengan keluhan demam, batuk dan pilek disertai sesak nafas sejak tanggal 31 Juli lalu saat baru tiba di Batam dari Surabaya, Jawa Timur. Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan pemeriksaan laboratorium dan RDT yang hasilnya diperoleh IgG dan IgM Non Reaktif.

Dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan Pneumonia. Berdasarkan hasil pemeriksaannya tersebut dokter menegakkan Diagnosis Pneumonia + Probable Covid-19. Pasien ini menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut.

Selanjutnya, 3-4 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan
pertama dan kedua yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan relatif kurang stabil dan telah dilakukan tindakan intubasi serta terpasang ventilator di ruang perawatan ICU isolasi RS Awal Bros Batam

Kasus selanjutnya anggota TNI-AL. Ia merupakan kasua nomor 339. Laki-laki ini berumur 32 Tahun. Ia tinggaldi kawasan Komplek TNI-AL Tanjung Sengkuang, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar.

Di tanggal 3 Agustus kemarin datang berobat ke RS Awal Bros Batam dengan keluhan demam dan batuk sejak dua hari yang lalu. Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan pemeriksaan laboratorium dan RDT yang hasilnya diperoleh IgG dan IgM Reaktif.

Dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan Pneumonia. Berdasarkan hasil pemeriksaannya tersebut dokter menegakkan Diagnosis Probable Covid-19 dan harus menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut.

Selanjutnya pada keesokan harinya tanggal 4 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini positif. Perlu diketahui setelah dilakukan perawatan dan penanganan secara optimal oleh tim medis.

Namun, kondisi kesehatan yang bersangkutan terlihat semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia. Saat ini jenazah masih disemayamkan di ruang pemulasaran jenazah RS Awal Bros Batam guna persiapan pemulasarannya menurut protokol Covid-19.

Kemudian laki-laki berinisial usia 58 tahun. Nelayan ini beralamat di kawasan perumahan Sambau Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa. Pria paruh baya ini kasus baru Covid-19 nomor 340. Yang bersangkutan ditemukan oleh warga di sekitar perairan sambau nongsa pada hari ini tanggal 5 Agustus dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Dan kemudian jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam. Guna
memastikan kondisi jenazah yang bersangkutan oleh pihak forensik RS Bhayangkara Batam dilakukanlah pengambilam swab hidung atau nasal yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini positif. Saat ini jenazah masih disemayamkan di ruang pemulasaran jenazah RS Bhayangkara. Guna persiapan pemulasarannya menurut protokol Covid-19.(hbb)