Advertorial

Hasil Pasokan Air yang Diperoleh dari IPAL

 

BATAM, POSMETRO.CO : Saat ini dan pasti kedepannya, Kota Batam sangat memerlukan sumber air baku, karena itu limbah domestik yang telah diolah di IPAL dan memenuhi standar mutu lingkungan, akan dikembalikan ke waduk Duriangkang.

Hal tersebut dikataka oleh Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana

Sebelumnya, berdasarkan Detail Engineering Design (DED), limbah domestik yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai, akan langsung dibuang ke laut meski sudah memenuhi baku lingkungan.

Karena Batam sangat memerlukan sumber air baku, limbah domestik yang telah diolah di IPAL dan memenuhi standar mutu lingkungan, akan dikembalikan ke waduk.

“Nantinya akan dipasang pengaliran sembilan kilometer dari pusat IPAL di Bengkong Sadai ke waduk Duriangkang, air baku tambahan untuk masyarakat Batam, dari olahan IPAL tersebut bisa mencapai sekitar 230 liter/detik, ” sebut Iyus.

Dengan begitu krisis air baku di Kota Batam bisa terbantu. Pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre dan diperkirakan selesai pada Desember 2020.

Saat ini sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL, dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.

Hasil pengolahan IPAL ini tidak hanya mendapatkan sumber air baku baru, juga menghasilkan pupuk kompos yang dapat menghijaukan Kota Batam. Jumlah kompos yang dihasilkan bisa mencapai 18 m3/hari.

“Tujuan utama pembangunan IPAL di Batam adalah untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” tuturnya.

Sektor pariwisata kita juga akan lebih baik karena lingkungan, drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih.(cnk/adv)