Batam

Tambah Rombel dan Daya Tampung jadi Solusi PPDB

Wali Kota Batam, HM Rudi memberikan keterangan kepada wartawan. (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Penambahan rombongan belajar (Rombel) kelas dan daya tampung per kelas menjadi solusi bagi calon peserta didik baru tahun ajaran 2020-2021 yang tidak tertampung. Hal ini menjadi keputusan Wali Kota Batam, HM Rudi saat melakukan pertemuan dengan orang tua murid beberapa sekolah di Batam.

“Saya izinkan dari 36 menjadi 40 perkelas. Setiap sekolah jika perlu tambah satu rombel. Jadi tidak perlu khawatir anak yang jamin sekolah,” kata Rudi, di SMPN 3 Batam, Sekupang, kemarin.

Meskipun diakuinya keputusan yang dibuat akan berimbas pada ketersediaan tenaga pengajar. Pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan dinas terkait. Rudi mengatakan keluhan yang disampaikan kerap terjadi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahuan ajaran baru.

“Inilah kerap kita dengar banyak keluhan tidak diselesaikan saat PPDB,” ujar Kepala BP Batam itu

Permasalahan lainnya lahan yang terbatas lalu ada juga sekolah yang kontruksi awal satu lantai bukan tiga lantai. Sehingga tidak bisa ditambah tingkat bangunan jika tak lagi memiliki lahan.

“Kalau ada lahan kiri kanan selesai, tapi ini sudah habis. Ada yang bertanya, kan saya kepala BP Batam, tapi lahan sudah ada yang mendapat alokasi. Artinya tak ada lahan maka cari lahan kosong, kalau tak ada perusahaan tapi tak bangun kita minta lahannya,” ujarnya.

Selain itu keberadaan sekolah swasta juga menjadi pertimbangan tersendiri oleh Pemko Batam. Jika semua masuk negeri imbasnya sekolah swasta akan mati suri.

“Jika ke sekolah negeri semua bagaimana dengan mereka (swasta). Kita juga harus menimbang, meskipu guru swasta kita bantu dengan dana Bos,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan menyampaikan usul penambahan rombel di Batam solusi yang diambil Wali Kota Batam. Seperti saat mengadakan pertemuan dengan orangtua calon siswa baru di SMPN 42 Batam.

“”SMPN 42 kami mohon dari 6 rombel jadi 7 rombel. SMPN 52 dari 6 rombel menjadi 7 rombel begitupun SMP N 28 juga begitu. Sedangkan SMP 10 dari 9 rombel menjadi 10 rombel. Untuk bapak ibu, yang anaknya sudah terima di sekolah pilihan kedua silahkan kami harapkan lanjut, sekolah negeri sama saja,” katanya.

Ia merinci, ada delapan sekolah yakni SMPN 31 di Anggrek Sari, SMPN 42 di Bida Asri 2, SMPN 43 di Legenda Malaka. SMPN 52 Botania, SMPN 28 di Taman Raya, SMPN 12 di Legenda Malaka. Sedangkan SMPN 10 dan SMPN 6 di Seipanas.

“Memang SMPN 42 salah satu yang termasuk banyak pendaftar, sementara daya tampung enam ruang yang jika perkelas 36 siswa hanya menampung 216 orang sedangkan yang daftar 426 orang,” ujarnya.

Seiring kebijakan walikota menambah rombel dan siswa perkelas, tentu yang tidak tertampung mulai berkurang. Jika masih ada, pihaknya akan mendistribusikan ke sekolah negeri terdekat.

Untuk penyelesaian persoalan PPDB tingkat SMP wilayah Sekupang, Hendri menyebutkan masalah pertama yakni membludaknya pendaftar di SMP 3 Batam, sementara SMP Negeri lain masih minus siswa seperti SMPN 20 di Tiban Koperasi dan SMPN 57 Batam di Patam Lestari.

“Kami bersepakat tadi, yang penting anak-anak tertampung di sekolah negeri. Kami akan atur dengan cara, yang masih tidak tertampung walau ada kebijakan tambah jumlah siswa akan didistribusikan ke sekolah negeri terdekat yang masih bisa menampung,” papar dia.

Ia menerangkan persoalan PPDB hampir sama yakni menumpuk di salah satu sekolah tertentu sementara sekolah lain masih membutuhkan murid. Untuk itu ia berharap warga tidak fokus pada satu sekolah tertentu.

“Yang jelas sesuai arahan pak wali, yang mau masuk ke sekolah negeri akan ditampung. Soal tambah rombel di Sekupang tidak ada, hanya tambah siswa dari 36 per kelas menjadi 40 orang. Kalau di Batam Kota, tambah rombel dan tambah siswa perkelas,” jelasnya.(hbb)