Bisnis

Terapkan Protokol CHS, Geliat Nuvasa Bay Bangkitkan Pariwisata Batam

Golf Divisi Head & Project Coodinator Nuvasa Bay, Steven Japari foto bersama Tim POSMETRO di Palm Spring, Kamis (9/7).

BATAM, POSMETRO.CO: Sejak pertengahan Juni lalu, pariwisata di Batam mulai bergeliat. Salah satunya Grup Nuvasa Bay. Wisata pantai, wisata hutan dan tentu yang di masa pandemi Covid-19 ini juga tak henti bergeliat adalah golf yang makin mengalami peningkatan peminatnya.

“Ya sejak Pak Walikota (HM Rudi) mengumpulkan pengusaha di pertengahan Juni lalu, kami seperti sea forest sudah mulai dibuka,” Golf Divisi Head & Project Coodinator Nuvasa Bay, Steven Japari menyambut kedatangan Tim POSMETRO saat berdiskusi di Palm Spring, Rabu (8/7).

Dijelaskan Steven mulai kembali bukanya sejumlah tempat wisata, termasuk Nuvasa Bay yang saat ini dikelolanya, tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan. “Mulai dari pintu masuk sudah kita terapkan,” ujarnya.

Untuk masuk ke Palm Spring misalnya, pengunujung harus mencuci tangan terlebih dahuli. Lalu memasuki ruangan sterilisasi. Dan tentunya wajib menggunakan masker.

“Untuk yang wisata sea forest ini, kita kemarin kita sudah berdiskusi bersama komunitas EO bagaimana untuk membuat kegiatan. Tujuannya sama, bagaiman kembali beraktifitas dengan protokol covid. Agar prekonomian kembali bergerak,” papar Steven.

Dijelaskan Steven, di kawasan Nongsa ini merupakan projek percontohan untuk kembali bergeliatnya aktifitas wista.

“Kita ini masuk tiga destinasi wisata yang ada di Indonesia. Bali, Binta dan Batam. Dan di Batam ini adalah Nongsa,” ujarnya.

Antusias warga meski saat ini masih wisatawan lokal yang menjadi perhatian, terlihat sangat bagus. Terbukti, menurut Steven, pekan kemarin dengan dibukanya sea forest, ada lebih dari 300 pengunjung yang datang. Sedangkan golf sudah jauh lebih bagus.

“Karena golf ini tetap buka selama ini. Golf ini termasuk dari aktifitas yang memang dinilai low risk. Berada di level 3,” Steven menegaskan.

Di bulan Maret misalnya, menurut Steven sedikitnya ada 800 pengunjung yang bermain golf. Di bulan Mei lebih dari 1.000 pengunjung. Dan bulan berikutnya sudah mencapai 1.200 lebih.

“Tentunya ini lokal. Memang lokal juga memiliki keterbatasan,” jelasnya.

Dan golf di Nuvasa Bay ini menurut Steven juga bisa dijadikan objek olahraga lainnya.

“Memang golf ini termasuk objek olahraga yang eksklusif. Tapi kita akan coba konsep menjadi lebih dikenal masyarakat Batam. Kita memiliki 27 hole. Sembilan hole-nya bisa dipakai untuk trek gowes atau jalan santai,” ujarnya.

Nuvasa Bay memiliki tiga bisni. Ada golf, properti, dan adventure. Di bidang properti dijelaskan Steven, Nuvasa memiliki program MIQ. “Yaitu Move In Quickly. Membuat orang mau beli propertu yang siap huni, dengan DP ringan,” kata Steven.

Sedangkan saat ini untuk golf, masih dalam skala lokal karena masih musim pandemi.

“Golf, khusus untuk lokal, sudah pakai harga yang sangat lokal. Kalau untuk golf di atas satu jutaan ini harga hari biasa dan Sabtu-Minggu cuma Rp 350 ribu,” ujarnya.

Selama ini menurut Steven tidak pernah ada harga golf semurah ini. “Tak pernah punya harga segini. Yang penting ada kegiatan. Semua bisa beraktifitas, bisa bertahan,” imbuhnya, menegaskan.

Sedangkan untuk wisata sea forest baru buka, semenjak masa pandemi.
“Kita bersama-sama EO ke depannya akan bikin dalam skala yang lebih besar. Sekarang orang melihat wedding outdoor. Acara di luar. Ini merupakan satu sumber pendapatan baru khusus di jaman pandemi kayak gini. juga seperti camping. Kita melihat peluang itu,” tuturnya.

Untuk semua aktifitas yang saat ini mulai kembali bergeliat, Steven juga mengatakan, semua berjalan sesuai dengan protokol Covid-19.

“Harus menerapkan CHS (Clean, Health, Safety). Kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Kita bisa jaga ini, kita bisa lakukan semua,” ujarnya.(*/red)