POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Hiruk-pikuk Kawasan Dormitori Mukakuning Tinggal Kenangan

Mungkinkah Kejayaan itu Terulang Lagi?

Suasana dormitori blok P di KIB, Mukakuning. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Pagi itu, udara masih sangat sejuk terasa menusuk kulit. Angin berhembus sepoi-sepoi. Pohon berdaun hijau yang melambai menyambut pendatang di dormitori, Kawasan Industri Batamindo (KIB), Mukakuning. Ya, di lokasi ini merupakan tempat tinggal bagi buruh rekrutan para perusahaan di kawasan industri itu.

Suasana seperti ini memang menjadi ciri khas tersendiri di dormitori, tepatnya di blok P. Aktivitas pengojek dan angkot mengantar penumpang masih terlihat. Di pinggir bangunan bertingkat yang berdiri kokoh itu terlihat bus, ojek dan transkip (angkot dalam kawasan) yang ngetem. Sebagian dari angkutan itu sudah menunggu dari pagi.

“Beginilah bang situasinya, penumpang tidak banyak seperti dulu lagi,” kata seorang pengojek di sana saat dijumpai POSMETRO.CO.

Sementara itu, tampak karyawan perusahaan yang mengenakan seragam berdatangan dan keluar dari pintu utama. Sebagian dari mereka ada yang mengendarai kendaraan sendiri, ada juga yang naik bus perusahaan antar jemput.

“Jika saya lihat, blok P ini sudah tak bergairah seperti dulu lagi,” kata Sukario (46), pengunjung Batamindo di blok P.

Awalnya, Rio tak berniat singgah di blok P. Tapi karena ada keperluan di tempat itu, pun singgah. Namun ia melihat banyak perubahan di tempat yang dahulu menjadi primadona para pekerja itu.

“Kebetulan saya mau ngantar putri saya ke Batamindo untuk tes kerja. Sambil nunggu tes, saya singgah di sini untuk mengingat masa lalu,” katanya.

Menurut pria yang sudah mulai beruban ini, ia masih menyimpan kenangan di blok P. Ceritanya, pada pertengahan tahun 1997 hingga 2000, dirinya sering pergi ke lokasi itu. Yang mana blok P menjadi tempat kunjungan favorit bagi anak lajang.

“Taulah seperti apa anak lajang, mereka ingin nonkrong sambil melirik ke sana ke sini. Jika masih sebaya saya, pasti pernah main ke blok P. Saya terbayang masa lalu saya di sini,” ingatnya.

Kepada POSMETRO.CO, Rio menyebut, pada tahun 1997, bila hendak berkunjung ke blok P, sangat susah untuk dilalui kendaraan. Pasalnya, di lokasi ini cukup ramai pengunjung. Mulai dari pengunjung, pengojek dan angkot pun selalu lalalang untuk mengantar penumpang.

“Jalan menuju pintu gerbang blok P padat sampai tak ada celah. Semua orang berdempet-dempetan, kadang kaki sudah terpijak saat lewat dari pintu utama,” ucapnya.

Seingat Rio, saat itu mulai pagi hingga malam kawasan dormitori selalu tampak ramai pujasera buka siang hingga malam. Apalagi di jika hari libur, kawasan itu tambah ramai dengan aktifitas perdagangan dan para pengunjung.

“Saya juga ketemu istri lewat dormitori. Bukan hanya saya, kawan saya juga banyak yang menemukan jodohnya di dormitori,” ujar Rio membuka cerita saat bersua dengan pasangan hidupnya.

Rio menuturkan, ramainya penghuni dormitori, karena saat itu hanya dua kawasan industri di Kota batam, yakni kawasan industri Batamindo dan kawasan Sungai Harapan.

“Kawasan industri yang lain belum ada. Bahkan karyawan perusahaan lebih memilih tinggal di dormitori, karena lebih irit dibanding tinggal di luar,” ucapnya.

Tapi sejak tahun 2001 ke atas, kawasan dormitori sudah mulai sepi. Hal itu karena kawasan industri lain sudah mulai buka, dan menyediakan dormitori bagi karyawan. Dan sebagian karyawan memilih membeli rumah sendiri.

“Nah, karyawan sudah mulai berpikir panjang. Tak mungkin terus tinggal di dormitori, sejak itulah kawasan Batuaji sudah mulai ramai,” paparnya.

Selain itu, Rio menilai sepinya kawasan dormitori disebabkan karena masih rumitnya urusan birokrasi, berbelit-belit dan menyulitkan pengusaha. Ujung-ujungnnya para investor tidak betah dan memilih pindah ke luar negeri.

Ia pun pesimis, kondisi dan kejayaan masa lalu itu akan kembali lagi saat ini.

“Kalau kembali ramai seperti dulu lagi, kayaknya nggak mungkin. Kita juga tidak tahu seperti apa nantinya dormitori ini, apakah hanya kenangan atau akan kembali ramai lagi,” ulasnya.

Hingga kini, kawasan dormitori masih beroperasi. Namun, namun jumlah pekerja yang tinggal sudah tak banyak lagi. Dormitori yang berada di area KIB yang terdiri dari beberapa blok itu, selalu dijaga oleh sekurity.

“Sempat saya tanyakan berapa jumlah penghuninya sekarang. Tapi katanya masih ada ribuan. Namun saya lihat tidak begitu ramai lagi,” ujar Rio menutup pembicaraan.(jho)