Lingga

Pelabuhan Tanjung Kelit Dibangun Tahun 2021

Jalan masuk ke Pelabuhan Tanjung Kelit yang kiri kanannya sudah dipadati rumah penduduk. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Pelabuhan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga butuh perhatian pemerintah daerah, pelabuhan sepanjang kurang lebih 80 meter tersebut dibangun ketika Tanjung Kelit menjadi dusun, sekarang kondisi pelabuhan butuh perbaikan.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Tanjung Kelit, Mursidi ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi Pelabuhan Tanjung Kelit sekarang ini sudah rusak, mulai dari tiang beton, lantai kayu sudah ada yang lepas, serta ujung pelabuhan sudah terlihat besi lantai.

“Pelabuhan itu dibangun tahun 2006 yang lalu. Dan sekarang butuh perbaikan. Wajar dalam kurun waktu belasan tahun sudah banyak yang rusak,” kata Mursidi, Senin (6/7).

Kalau aspirasi atau keinginan masyarakat setempat, kata Mursidi, lokasi pelabuhan lama akan dipindahkan di tempat yang baru yang di perkirakan kurang lebih 100 meter dari lokasi pelabuhan sekarang. Sebab pelabuhan sekarang kiri kanan jalan dipadati rumah masyarakat.

“Masyarakat sudah menyediakan lahan untuk pelabuhan baru, mereka berharap pelabuhan yang baru jauh dari rumah masyarakat dan lokasinya luas,” ucap Mursidi lagi.

Lanjut dia, pihak desa sudah dua kali mengajukan pembangunan pelabuhan yang baru pada Musrenbang. Masyarakat berharap di bangun pelabuhan yang baru dan di tempat yang baru pula, apalagi Pelabuhan Tanjung Kelit termasuk daerah transit.

“Sebelumnya saya sempat ingin menganggarkan melalui anggaran desa, setelah dihitung-hitung anggaran desa tidak cukup untuk membangunkannya. Jadi masyarakat berharap menunggu pembangunan itu dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Selamat ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait dengan Pelabuhan Tanjung Kelit, akan menjadi prioritas pembangunannya di tahun 2021.

“Tahun sebelumnya sempat diajukan, karena keterbatasan anggaran, jadi tahun 2020 Dishub sudah mempersiapkan DED-nya. Pada APBD-P DED direview kembali semulanya lantainya papan, akan dipermanen biar lebih layak,” jelasnya.

Lanjutnya, mulai dari lantai sampai ke ujung pelabuhan akan dibeton semua jika memang masyarakat menggunakan lokasi sekarang ini.

Akan tetapi, sambung Selamat, jika masyarakat menginginkan lokasi yang baru, tentu harus ada ketersediaan lahan serta ada persetujuan masyarakat itu sendiri.

“Kalau ingin membangun, kami akan tanya dulu ke masyarakat. Jika masyarakat memiliki lahan yang baru insya Allah akan dipindahkan ke lokasi yang baru. Semua itu tergantung masyarakat setempat nantinya,” tuturnya.

Dia juga mengaku, Pelabuhan Tanjung Kelit dibangun sekitar 10 tahun yang lalu dengan menggunakan APBD murni Kabupaten Lingga. Dan wajar sekarang butuh perbaikan dan pemeliharaan dari pemerintah.

“Jadi insya Allah tahun 2021 pelabuhan di Tanjung Kelit menjadi perioritas kita. Apalagi pelabuhan itu merupakan pelabuhan transit. Tidak hanya Tanjung Kelit, ada beberapa pelabuhan di kepulauan yang menjadi persinggahan ferry atau Kapal akan menjadi prioritas kami membangun di tahun 2021,” pungkasnya.(mrs)