Batam

Kru Kapal Kembali Terpapar Covid-19

Wali Kota Batam sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kasus positif Covid-19 bertambah satu orang, merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil temuan dari kasus baru di Kota Batam.

Wali Kota Batam sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, HM Rudi menyampaikan kasus 240 yakni pelaut atau kru Kapal. Laki-laki 53 tahun ini beralamat sementara di salah satu hotel di kawasan Nagoya, Lubukbaja, Lubukbaja.

Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan sesuai dengan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya adalah warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang sejak, 6 Juni turun di Batam dari kapal logistik/ supply tempatnya bekerja.

Kemudian, menginap di salah satu hotel di kawasan Sungai Jodoh untuk tempat transitnya. Setelahnya pergi memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan RDT secara mandiri guna memenuhi persyaratan penerbangan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur dengan hasil non reaktif.

Setelah mendapatkan seat penerbangan yang bersangkutan mengatakan bahwa, 8 Juni pergi Bandara Hang Nadim untuk berangkat terbang ke Balikpapan. Namun, demikian pada saat check-in ditolak dengan alasan surat keterangan sehat dan hasil RDT yang dibawanya tidak memenuhi syarat.

Mengingat penerbangan ke Balikpapan harus transit di Bandara Seokarno Hatta sedangkan DKI Jakarta mempersyaratkan bagi pendatang harus dilengkapi dengan hasil pemeriksaan swab (PCR) dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta yang tidak dimilikinya.

Selanjutnya, yang bersangkutan kembali ke hotelnya sambil menunggu jadwal penerbangan yang memungkinkan dapat terbang ke Balikpapan dan baru kemudian 1 Juli dapat seat untuk terbang dan sebelum berangkat kembali memeriksakan diri untuk RDT di Klinik Medilab Batam yang diperoleh hasilnya reaktif.

Selanjutnya oleh klinik medilab diserahkan tindaklanjutnya ke Puskesmas Lubukbaja sesuai dengan alamat domisili sementara di hotelnya tersebut. Kemudian oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Lubukbaja mengingat hasil RDTnya reaktif yang bersangkutan diedukasi untuk dilakukan karantina di RSKI Covid-19 Galang.

Ia dirawat sambil menunggu pelaksanaan pemeriksaan swab tenggorokan. Selanjutnya pada tanggal 2 Juli dilakukanlah pemeriksaan swab yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Rudi mengatakan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh klaster dapat disimpulkan sementara, bahwa sudah terlihat adanya perbaikan dengan penurunan jumlah kasus baru.

Namun demikian masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai klaster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

Hal ini akan terjadi bilamana masyarakat mulai kembali mengabaikan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan dan imbauan dari pemerintah. Sebagaimana yang telah disampaikan guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19 ini.

“Kami ingatkan dan imbau kembali mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak. Senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja. Dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan. Dengan makan makanan seimbang dan berolahraga,” pesan.(hbb)