POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Diguyur Hujan hingga Banjir, Warga: Air ATB Mampet

Warga menampung air pakai ember bekas cat. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Warga Tembesi, Kecamatan Sagulung, umumnya Perumahan Citra Laguna Tahap II mengeluh karena air bersih Adhya Tirta Batam (ATB) mati tiap hari. Aktifitas warga di sana pun terganggu.

“Ia, tiap hari pasti mati air,” ucap Mus, warga Perumahan Citra Laguna II terkait air bersih yang kerap mampet itu, Minggu (28)/6).

Menurut ibu rumah tangga ini, biasanya air akan mati dua kali dalam sehari, yakni pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 10. 00 WIB. Kemudian sore harinya air akan mati dan kembali hidup malam.

“Beda dengan hari libur, seperti Sabtu dan Minggu, jam matinya air akan sangat lama, kadang sampai siang harinya,” terang Mus.

Tentu dengan kondisi seperti ini membuat warga sangat terganggu. Apalagi di akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan aktifitas bersih-bersih seperti cuci pakaian.

“Air bak kami sangat terbatas untuk menampung air. Jika harus beli drum, maka akan menjadikan rumah semakin sempit,” ungkapnya.

Ke depannya, Mus berharap agar keluhan warga ini ditanggapi serius oleh pihak terkait. Sebab air menjadi sumber utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Waktu pertama tinggal di perumahan ini, airnya sangat lancar, tidak seperti sekarang ini,” tutupnya.

Rini, warga lainnya mengatakan, lokasi Tembesi cukup strategis dan tidak begitu jauh ke sumber air. Namun akhir-akhir ini air juga mampet.

“Tiap pagi, mau cuci pakaian, air sudah mati. Kita pun harus menunggu dulu,” ungkapnya.

Rini melanjutkan, kondisi seperti ini terjadi sejak musim kemarau beberapa bulan lalu. Bahkan pihak ATB sempat mengumumankan adanya mati air bergilir.

“Sejak itu lah tak lancar air. Jika dibilang karena faktor musim kemarau, kayaknya nggak lagi, sebab akhir-akhir ini hujan telah mengguyur kota Batam,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebulan terakhir hujan mengguyur Kota Batam dan mengakibatkan banjir di beberapa titik. Meski demikian, ada beberapa lokasi yang distribusi airnya tidak lancar, termasuk wilayah Tiban, Tembesi, Tanjunguncang dan Marina.(jho)