POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Senin, Penataan Pasar Tos 3000, Rudi Bakal Pantau 

Pasar Tos 3000 Sei Jodoh, Kecamatan Lubukbaja. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Wali Kota Batam, HM Rudi bakal turun langsung saat penataan Pasar Tos 3000 Sei Jodoh, Kecamatan Lubukbaja. Ia ingin memastikan para pedagang tidak terganggu dengan kegiatan tersebut.

“Saya akan pantau langsung ke lapangan, Senin (22/6) ini. Pak Wakil (Amsakar) dan semua OPD saya kerahkan tidak boleh ada di kantor. Kalau jumlah personil kira-kira seribu cukup dan ada tim gabungan juga,” kata Rudi, Sabtu (20/6).

Rudi juga menegaskan pada saat penataan, Pasar Tos 3000 tidak ditutup. Namun, ditata secara bertahap, di mana para pedagang akan digilir dan digeser lapaknya. Dengan jarak satu meter antara satu pedagang dengan pedagang lainnya.

“Bukan ditutup, akan ada giliran. Para pedagang ini perlu digeser biar ada jarak. Mereka juga cari makan, kalau ditutup bising nanti. Syaratnya, saya minta mereka ikuti aturan pakai masker, jarak yang diatur 1 meter dan lainnya,” jelas Rudi.

Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau. Pada saat penataan nanti pasar tidak ditutup namun secara bertahap. Kegiatan tersebut, ditagetkan selama tiga hari. Penataan ulang pasar akan dilakukan bergilir sesuai dengan blok yang ada di pasar.

“Jadi nanti kita bersihkan per blok. Hal ini karena memikirkan pasokan komoditas pasar, untuk itu, pihaknya mencoba mencari solusi agar aktivitas pasar tetap berlangsung meskipun penataan dilakukan. Jadi blok yang ditutup saja yang libur jualan, sedangkan lainnya tetap buka,” terangnya.

Jadwal penggiliran ini melihat kondisi pasar yang tidak ada gudang penampungan. Sehingga langkah inilah diambil pihaknya, untuk menjalankan aksinya di lapangan. Selain itu kata Gustian, tim sudah turun ke lapangan mengukur pasar, dan menyesuaikan dengan jarak dan jumlah pedagang yang ada di sana.

Berdasarkan tim yang turun di lapangan terdapat 1.904 pedagang di pasar tersebut. Setelah dilakukan pengecekkan dan pengukuran pihaknya mengambil kesimpulan jarak yang diatur satu meter.

“Setelah kami hitung dengan jarak satu meter dinilai sudah pas. Dan dibandingkan dengan total pedagang yang ada. Sudah kami petakan semua, tinggal eksekusi,” kata mantan Kepala DPM-PTSP Batam itu.

Gustian menegaskan, pasar tidak akan ditutup sepenuhnya. Penataan ini nanti mewajibkan pedagang untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah disiapkan. Termasuk mengatur pintu masuk dan keluar pasar.

“Kami berharap pedagang bisa mengerti dengan kegiatan ini. Sebab sudah ada 13 kasus positif di area pasar. Kita antisipasi penyebarannya,” pungkas Gustian.(hbb)