POSMETRO.CO Metro Kepri Lingga

Jembatan Beton Rp 21 Miliar Akhirnya Dibangun di Desa Marok Tua di Lingga

Jembatan Desa Marok Tua yang terbuat dari kayu, kini akan dibeton. (Posmetro.co/ist)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sempat hilang kepercayaan dengan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terkait tertundanya pembangunan Jembatan di Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat beberapa waktu silam, sekarang Plt Gubernur Kepri mendapat pujian.

Kedatangan Plt Gubernur Kepri Isdianto bersama rombongan didampingi Bupati Lingga, H Alias Wello, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Ketua DPRD Lingga Ahmad Nasiruddin dan Sekda Lingga Juramadi Esram seakan memberi spirit bagi masyarakat hingga para pejabat itu disambut secara adat oleh masyarakat Desa Marok Tua.

Kepala Desa Safarudin yang dihubungi wartawan via selulernya mengatakan, sekarang ini masyarakatnya merasa riang gembira atas kunjungan Gubernur dan rombongan ke Marok Tua, untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Desa Marok Tua yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.

“Alahamdulillah kedatangan Gubernur, Bupati dan rombongan disambut antusias masyarakat. Sebab jembatan yang diharapkan masyarakat tahun ini akan selesai dikerjakan,” ungkap Safarudin, Minggu (21/6).

Dia menyebutkan, jembatan terbuat dari kayu sepanjang kurang lebih 180 meter tersebut akan dibeton secara permanen dengan lebar kurang lebih 4,5 meter, sebelumnya sempat direncanakan pembangunannya dibuat dua tahap tapi gagal.

“Membuat masyarakat kian gembira, Gubernur akan membangun satu tahap saja dengan anggaran kurang lebih Rp 21 miliar. Dan akan diselesaikan sebelum Pilkada 9 Desember 2020,” jelas Safarudin, dengan penuh semangat.

Dia mengaku, Desa Marok Tua terdiri dari 730 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan menganggap kalau jembatan tersebut merupakan urat nadi mereka, sebab setiap orang ingin ke Marok Tua melalui jembatan kayu yang sudah dibangun sejak tahun 2008 itu.

“Karena kami anggap urat nadi, sudah 11 kali kami lakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran desa, terakhir kami baru saja melakukan perbaikan tahun 2020 ini,” ujarnya mengaku.

Lagi-lagi ia mengaku kalau masyarakatnya merasa gembira meski di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, dengan dikunjungi Gubernur Kepri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penyeberangan secara permanen.

“Memang dulunya masyarakat Marok Tua sudah merasa pesimis, sebab sebelumnya sudah dijanjikan tapi terkendala. Sekarang syukur Alhamdulillah sudah berbuah manis terimakasih tak terhingga saya ucapkan atas nama masyarakat,” imbuhnya.(mrs)