Lingga

Warga Meninggal Terpapar Covid-19, Bupati Lingga Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Bupati Lingga, H Alias Wello. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Adanya warga Kabupaten Lingga yang dinyatakan positif Covid-19,  dan meninggal dunia di rumah sakit di Batam menuai polemik di masyarakat Lingga dan Provinsi Kepri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, H. Alias Wello menyampaikan kronologis riwayat S, hingga almarhum yang meninggal pada 28 Mei 2020 dikebumikan di Batam menyampaikan melalui rilis kasus, Minggu (31/5), mengenai terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Batam, salah satu terkonfirmasi positif berasal dari Kabupaten Lingga.

Adapun riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi (S),
pasien Tn. S berumur 53 tahun berjenis kelamin laki-laki, Alamat Jalan Bukit Abun RT 002 / RW 002, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, riwayat pengobatan tanggal 13-5-2020 berobat di Poli Penyakit Dalam RSUD Dabo dengan nyeri perut.

Kemudian sambung Alias Wello, pasien Tn S masuk tanggal 19-5-2020 di IGD RSUD Dabo, dengan keluhan nyeri perut kembali di kanan atas, vital sign: KU (Sakit sedang), Sens CM, TD : 160/70 mmHG, HB 9,5, Plt 35.000, Gol A+, Ureum 242, creatini 72, rontgen thorax : dalam batas normal, lemah, sesak nafas tidak ada, demam tidak ada, batuk tidak ada, pilek tidak ada, riwayat perjalanan atau menetap di daerah transmisi lokal tidak ada, tidak ada riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Riwayat penyakit terdahulu Diabetes Mellitus Type 2. DPJP dr. Des Riyadi Anas, Sp.PD

“Pasien dirawat sejak tanggal 19-5-2020 s/d 27-5-2020 di RSUD Dabo dengan diagnosa Cholelitiasis + HDD + Syndrome Metabolic + Trombositopenia. Dilakukan pemeriksaan rapid test pada tanggal 26-5-2020 malam, hasil pemeriksaan rapid test IgM dan IgG Non Reaktif,” sebutnya menyampaikan.

Pada tanggal 27-5-2020 pasien dirujuk ke RSBP Batam dengan menggunakan Speedboat Dinas PUPR Pemkab Lingga. Pasien didampingi oleh 1 orang petugas kesehatan dan 1 orang keluarga (istri), pasien diberangkatkan dari RSUD Dabo pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Jagoh, pukul
08.00 WIB pasien diberangkatkan dari Pelabuhan Jagoh menuju Batam.

Tiba di Pelabuhan Cakang (Batam) Pukul 11.00 WIB, pasien dijemput Ambulans RSBP Batam (Supir RSBP Batam) bersama petugas kesehatan RSUD Dabo dan keluarga pasien tiba di RSBP Batam pukul 12.30 WIB.

“Tiba di RSBP Batam pasien dilakukan pemeriksaan dan tindakan oleh Tim Dokter IGD RSBP Batam, kemudian dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil Non Reaktif, dan diperiksa ulang dan RO Thorax ulang, didapatkan Pneumonia maka ditegakkan PDP, kemudian karena butuh Hemodialisa Cito dirujuklah ke RS Budi Kemuliaan Batam,” jelasnya.

Di hari yang sama pasien kembali dirujuk ke RS Budi Kemuliaan Batam dengan diagnosa CKD stg V pro H + Cholelitiasis + PDP Covid-19 untuk dilakukan tindakan Hemodialisa (Cuci Darah). Dalam perawatan di RS Budi Kemuliaan pasien mengalami perburukan dan akhirnya meninggal dunia.

Lanjut Ketua Tim Gugus lagu, pasien meninggal pada tanggal 28 Mei 2020 pukul 08.08 WIB di RS Budi Kemuliaan, oleh karena didiagnosa terduga Covid-19 maka dilakukan pemulasaran dan pemakaman secara protocol Covid-19.

Setelah pasien dinyatakan meninggal dunia, dilakukan pemeriksaan Swab (PCR) dengan hasil positif (Confirmed Covid-19) pada tanggal 30 Mei 2020.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi terkait kasus itu guna pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Lingga. Perkembangan dan informasi mengenai hal tersebut akan disampaikan lebih lanjut. Demikian disampaikan untuk menjadi maklum,” imbuhnya.(mrs)