POSMETRO.CO Nasional Kriminal

Penjambret di Seibeduk Tak Masuk ke Parit, Ini Kronologinya… 

Lokasi penjambretan di jalan sekitar Pintu 3 Kecamatan Seibeduk. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Kasus penjambretan di jalan sekitar Pintu 3 Kecamatan Seibeduk menarik perhatian warga, sebab pelakunya disebut-sebut masuk ke dalam parit. Namun setelah 3 jam dilakukan penyisiran di sekitar parit utama di Seibeduk itu, pelaku tak kunjung ditemukan.

“Siapa yang percaya pelaku jambret masuk parit, maka ia sudah korban hoaks,” ucap Tamba, pria pedagang minyak eceran di Sekitar Pintu 3 Sungai Beduk.

Menurut Tamba, kejadian itu berlangsung Rabu (22/4) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu anak remaja itu mengendarai motor metik hendak menuju arah Sei Pancur.

“Korban datang dari arah Mukakuning, saat itu kondisi jalan lagi sepi,” ucapnya kepada POSMETRO.CO, Kamis (23/4) pagi.

Tiba-tiba saja, ia mendengar suara orang yang berteriak minta tolong. Dan setelah kejadian itu, dua pelaku jambret langsung tancap gas.

“TKP nya tak jauh dari lokasi jualan minyak saya. Tapi saya tak lihat secara jelas motor pelakunya, sebab mereka langsung ngebut,” terangnya.

Namun karena informasi simpang siur, jalan utama di Sungai Beduk itu menjadi ramai. Pasalnya ada informasi yang menyebut pelakunya masuk ke dalam parit besar pembatas jalan.

“Yang melihat secara jelas kejadian ini adalah pakde yang kesehariannya mengambil rumput di tepi jalan. Dia pun mengatakan pelakunya sudah kabur, bukan masuk ke dalam parit,” sebutnya lagi.

Nah, karena informasi yang tak jelas itu, banyak pengendara yang berhenti di tepi jalan. Mereka mencari pelaku di setiap sudut parit atapun gorong-gorong di dalam parit.

“Setiap sudut parit sudah diperiksa, bahkan warga menggunakan senter. Tapi pelaku tak kunjung ditemukan,” ujarnya.

Setelah 3 jam melakukan pencarian, akhirnya warga bubar. Bahkan pembubaran warga ini harus melibatkan petugas dari Polsek Sungai Beduk.

“Sudah tiga kali petugas Polsek Sungai Beduk datang untuk membubarkan warga, akhirnya mereka (warga) bubar,” jelas Tamba.

Akibat kejadian ini, lanjut Tamba, korban mengalami luka di bagian kepala dan mengeluarkan darah. Korban dikabarkan kehilangan tas miliknya.

“Sebagian warga mengatakan korbannya ibu-ibu, tapi mereka salah, korbannya adalah anak gadis. Hanya saja ibu-ibu itu menolong korban hingga di bajunya ada darah, sehingga warga berpikir korbannya ibu-ibu,” tutupnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kapolsek Sungai Beduk, AKP Daniel Ganjar belum menjawab pertanyaan pewarta.(jho)