POSMETRO.CO Batam Kita

Positif Covid-19 Kian Bertambah, Pasien Nomor 10 dan 11 Meninggal

Ilustrasi virus corona dilihat menggunakan mikroskop elektron. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Wali Kota Batam HM Rudi kembali merilis tentang warga Batam terkonfirmasi Covid-19, Senin (13/4) malam. BTKL PP Batam mengenai hasil pemeriksaan swab yang dilakukan di rumah sakit yang menyatakan kesimpulan terdapat dua orang terkonfirmasi positif.

“Satu laki-laki yang meninggal dunia dan satu perempuan,” kata Rudi melalui press releasenya.

Pasien pertama sebelumnya sudah dirilis namun hasil swabnya belum keluar saat itu. Pasien seorang laki-laki berusia 62 Tahun, beralamat di kawasan Sei Panas Batam Kota, yang bersangkutan berasal dari Bandung Jawa Barat. Baru dua bulan tinggal di Batam dan bekerja sebagai juru ukur di kawasan Pelabuhan Telaga Punggur.

“Seminggu sebelum masuk rumah sakit yang bersangkutan merasakan demam disertai sesak napas, yang kemudian dibawa berobat ke salah satu klinik di daerah Kabil,” paparnya.

Kemudian di klinik tersebut yang bersangkutan dilakukan tindakan pengobatan oleh tim medis dengan memberikan obat-obatan oral dan disarankan untuk rawat jalan saja.

Lalu, tanggal 9 April 2020 yang bersangkutan kembali mengalami
hal yang sama, dan akhirnya dibawa kembali ke klinik tersebut dan selanjutnya dirujuk ke RS swasta di kawasan Batam Centre.

Di rumah sakit tersebut yang bersangkutan dilakukan tindakan pemeriksaan penunjang diagnostic laboratorium dan photo thorax. Dengan hasil ditemukan gambaran pneumonia dan cardiomegali serta dilakukan RDT dengan hasil non reaktif serta dilakukan pemeriksaan sampel swab yang hasilnya belum diperoleh saat itu.

Pasien ini selanjutnya ditetapkan sebagai PDP. Karena kondisinya terlihat semakin melemah, tim medis mengupayakan untuk dilakukan rujukan ke RS rujukan, namun tidak mendapatkan tempat mengingat semua rumah sakit rujukan sudah penuh. Selanjutnya yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

“Tanggal 11 April, kondisinya semakin memburuk yang kemudian dilakukan tindakan RJP. Namun, tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia pukul 19.06 WIB. Dan dilakukan pemulasan jenazah dilakukan sesuai protokol kesehatan WHO,” terangnya.

Tanggal 13 April, hasil swab keluar dan dinyatakan pasien ini terkonfirmasi positif. Dan yang bersangkutan dimasukkan sebagai kasus nomor 11 Kota Batam.

Kasus berikutnya yang bersangkutan adalah warga Kota Batam seorang
perempuan berusia 32 Tahun, beralamat di kawasan Botania, Batam Center, karyawan perusahaan swasta di Batam. Perempuan tersebut merupakan istri dari ASN yang memiliki riwayat kontak sekunder dengan kasus 07 dan kasus 08.

Tanggal 8 April, lalu yang bersangkutan melakukan pemeriksaan RDT/rapid test di salah satu Puskesmas daerah Batam Center dengan diperoleh hasil reaktif. Mengingat tidak ada gejala yang menyertainya diberikan edukasi untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya.

Selanjutnya, 10 April, yang bersangkutan dilakukan pengambilan sample swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam di salah satu Rumah Sakit swasta di kawasan Batam Center. Tanggal 13 April, hasilnya baru diperoleh dengan hasil yang sama dengan kasus 011 yakni positif.

Berdasarkan hasil tersebut yang bersangkutan ditetapkan sebagai kasus
terkonfirmasi positif Covid-19 kasus 12 Kota Batam, dan saat ini yang bersangkutan telah dilakukan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut.

Pasien Nomor 10 Meninggal

Berikutnya, kabar duka juga menimpa pasien Covid-19 yakni kasus 010 yang kontak dekat dari kasus 08 dan kasus 09. Pria kelahiran tahun 1956 silam ini menghembuskan napas terakhir pukul 09.45 pagi, Selasa (14/4) yang dirawat di RSBP Batam, Sekupang dalam keadaan lemah.

Pasien merupakan suami dari kasus 08 seorang ASN Pemko Batam dan ayah dari kasus 09.

“Hasil swab ulangan satu kali hasil sudah negatif. Namun untuk dinyatakan sembuh harus minimal dua kali swab ulangan dengan hasil negatif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Selasa.

Selanjutnya, proses penyelenggaraan jenazah masih mengikuti prosedur pasien Covid-19. Dan dimakamkan siang ini di TPU Sei Temiang.

“Tetap dilakukan pemulasan seperti pasien Covid-19. Sesuai protokol kesehatan,” pungkas Didi melalui rilisnya.(hbb)