Hukum

Puluhan Cewek Planet Diamankan, Urine Positif Narkoba

Sejumlah wanita dan pria yang diamankan dari Diskotek Planet Holiday dites urine di Polresta Barelang, Selasa (7/4). (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Sejumlah wanita menjalani tes urine di kantor polisi, setelah diamankan dari tempat hiburan malam yang dirazia polisi.

“Saya di room 416,” kata wanita berambut pirang berinisial De menyebutkan, salah satu ruangan VIP Diskotek Planet Holiday, Jodoh usai menjalani tes urine di Polresta Barelang, Selasa (7/4).

Siang itu, De masih terlihat segar. Sama dengan puluhan orang lainnya yang ikut diangkut saat razia malamnya. Kaki De tak berhenti bergoyang.

Apakah “Cewek Planet” ini masih ‘on’ siang itu? Ia terlihat santai. Kedua telinganya dicoloki earphone. Duduk bersila di lantai dua, De sabar menunggu hasil tes yang dijalaninya sambil mendengar musik di HP pintarnya.

De bersama puluhan pengunjung dan pegawai diskotek lainnya, adalah pihak yang tidak patuh dengan maklumat Kapolri. Sudah tahu pandemi covid-19, mereka masih nekat dugem.

Data yang diperoleh POSMETRO.CO di lapangan, total orang yang diamankan ada 71. Hasil tes urine siang itu menunjukkan 43 orang positif mengkonsumsi narkotika yang meliputi wanita maupun pria. Selebihnya negatif dan disuruh pulang.

“Tadi malam kita sudah cek suhu tubuh mereka. Dan normal,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan menyinggung, puluhan orang yang diamankan itu hanya dites urine.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhartd mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan ke masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dan maklumat Kapolri di tengah wabah covid-19 melanda.

“Terhadap pengunjung kita lakukan pemeriksaan urine. Bagi pengunjung yang dinyatakan positif narkoba, hari ini akan dikirimkan ke BNNP Kepri untuk ditindaklanjuti,” kata Harry. Terhadap manajemen Diskotek Planet Holiday, pihaknya berjanji akan menyelidiki.

“Selain itu, imbauan juga berupa ancaman pidana bagi yang berkerumunan berdasarkan Pasal 14 ayat 1 UU No 4 Tahun 1994 dengan ancaman pidana 1 Tahun atas tuduhan menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah,” tutupnya.(cnk)