Politik

Musda IV Partai Golkar Kepri, Kosgoro 1957 Tolak Kader Karbitan

Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Provinsi Kepri, Sudirman SH. (Posmetro.co/qul)

BATAM, POSMETRO.CO: Musda Partai Golkar Kepri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 s/d 4 Maret 2020. Pelaksanaan Musda IV Partai Golkar Kepri yang dilaksanakan di Kabupaten Natuna, diharapkan berjalan lancar dengan semangat solidaritas dengan penuh keakrapan dan kekeluargaan.

Keadaan ini tentu diharapkan terjadi apabila, pelaksanaannya mengacu kepada AD/ART dan juklak Partai Golkar. Juga diharapkan tidak ada penyimpangan dan pemaksaan kehendak serta, intimidasi pihak-pihak yang berkepentingan yang akan menimbulkan konflik internal.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Provinsi Kepri, Sudirman SH. Golkar, kata Sudirman, sebagai partai yang telah berpengalaman yang taat azas selalu mengedepankan kepentingan partai demi kebersamaan dan soliditas.

“Silahkan kader terbaik partai untuk bertarung dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kepri periode 2020-2025. Karena partai ini adalah memang partai kader yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh kadernya untuk memiliki kesempatan memimpin Partai Golkar,” ujarnya, Minggu (1/3).

Selanjutnya kata Sudirman, Kosgoro 1957 sebagai salah satu organisasi yang melahirkan Partai Golkar menolak keras kalau ada calon ketua DPD Partai Golkar yang didrop dari kader karbitan, dan bukan kader sejati Partai Golkar yang selama tidak ikut berkeringat dan bertungkus lumus, serta malang melintang bersama-sama membesarkan partai Golkar di Kepri ini.

Sudirman, juga menyampaikan bahwa sesuai dengan tema yang diusung pada Musda kali ini “Memperkuat Konsolidasi menuju Kemenangan Golkar 2020” jelas tergambar makna dari konsolidasi adalah suatu tindakan dan upaya yang dilakukan untuk menyatukan, memperkuat sehingga terbentuklah suatu persatuan yang lebih kuat dengan tujuan meraih kesuksesan dan kemenangan, khususnya kemenangan pada pilkada di Provinsi Kepri tahun 2020.

Selain dari itu, Kosgoro 1957 menegaskan bahwa, estafet kepemimpinan partai harus berjalan secara alamiah, di mana kader–kader yang mumpuni untuk mengemban amanah dapat menjadi nakhoda Partai Golkar.

“Partai Golkar Kepri ini tidak krisis kader dan tidak pernah dalam sejarahnya Golkar kehilangan arah ketika nakhodanya pergi, dan tetap berdiri tegak karena Golkar hadir dan memwarnai perpolitikan negeri ini bukan karena orang perorang, tapi karena semangat kebersamaan, solidaritas, dan kekaryaan yang dimiliki oleh setiap kadernya,” tegasnya.

Ada beberapa kader partai yang mampu memimpin Partai Golkar Kepri ke depan di antaranya, Taba Iskandar, Ade Angga, Teddy Jun Askara, Ruslan M Ali Wasyim, Rizky Faisal dan tentunya nama terakhir Dalmasri Syam.(qul)