Batam

Festival Tortor dan Pesta Budaya Batak akan Digelar di Batam

Panitia Festival Tortor dan Pesta Budaya Batak foto bersama usai melakukan audiensi pada Kamis (13/2) sore. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Kabar gembira, tanggal 6 hingga 7 Juni 2020 mendatang, Festival Tortor dan Pesta Budaya Batak akan digelar di Kota Batam. Rencana tersebut didukung oleh persaudaraan Jawa, Batak, Tionghoa dan bekerjasama dengan Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak (YPKB) Medan serta Sanggar Budaya Batak Jesparago.

Untuk mematangkan acara tersebut, panitia pelaksana telah melakukan audiensi pada Kamis (13/2) sore. Pertemuan tersebut dihadiri para tokoh suku Batak di Batam serta anggota DPRD di Kepri dan Kota Batam.

Ketua Panitia Festival Tortor dan Pesta Budaya Batak, Niko Nixon Situmorang SH, menjelaskaan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman nilai-nilai kehidupan dengan berbagai pesan moral dalam budaya Batak, terutama bagi generasi muda saat ini.

“Hal ini juga dalam konteks memahami tantangan budaya Batak terhadap perubahan zaman dan arus modernisasi,” katanya.

Niko Nixon melanjutkan, rangkaian acara akan diawali dengan seminar pada tanggal 6 Juni bertempat di Panbil Hotel. Dalam kegiatan ini akan menghadirkan tokoh budaya Batak. Dan tanggal 7 Juni merupakan acara puncak

“Nah, di acara puncak ini akan ada festival tortor serta tortor massal yang berlangsung di lapangan SP Batuaji,” jelasnya.

Niko Nixon menyampaikan, acara ini akan diikuti dari semua kalangan, baik dari para orang tua ataupun anak muda. Tak hanya itu saja, pesta budaya juga akan diikuti dari 6 sub entis Batak di antaranya Toba, Mandailing, Karo, Simalungun, Pakpak dan Angkola.

“Dalam acara ini, kita juga mengundang etnis Melayu, Jawa, Tionghoa, Nias dan beberapa suku lainnya. Bahkan tamu undangan akan mempersembahkan tari dari budaya mereka,” sebutnya.

Untuk memeriahkan acara ini, panitia akan menampilkan tarian kolosoal, teater, puisi serta hiburan lainnya. Ke depannya, Niko Nixon berharap acara ini bisa dilaksanakan rutin, minimal sekali dua tahun.

“Melalui acara ini, kita bisa berkumpul dan melestarikan budaya. Kita harap agar acara ini bisa terlaksana dengan rutin,” tutupnya.

Ketua Umum Persatuan Jawa Batak dan Tionghoa (Pejabat), Darwis Siagian sangat mendukung penuh acara tersebut. Ia berharap supaya semua suku Batak di Kepri, umumnya di Kota Batam ikut berperan aktif untuk mensukseskan acara ini.

“Kita warga Batak menjadi tuan rumah. Untuk itu, kita jarus berperan aktif untuk mensukseskan acara ini,” kata Darwis Siagian.

Menurut Darwis Siagian, acara ini merupakan upaya untuk mewujudkan persaudaraan dari semua etnis dan suku yang ada di Kepri, umunya di Kota Batam.

“Untuk saat ini, kita masih dalam proses pematangan, sehingga acara puncak bisa berjalan lancar,” tutupnya.(jho)