Bintan

Bupati Bintan Hadiri RUPS-LB Bank Riau Kepri 2020

Bupati Bintan, Apri Sujadi berbincang dengan petinggi Bank Riau Kepri saat menghadiri RUPS Bank Riau Kepri di Pekanbaru, Jumat (17/1). (Posmetro.co/ist)

BINTAN, POSMETRO.CO: Bupati Bintan, Apri Sujadi menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Riau Kepri tahun 2020 di Ballroom Dang Merdu Lantai 4 Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Jalan Jenderal Sudirman Nomor 462 Pekanbaru, Jumat (17/1) sore.

Adapun agenda RUPS-LB tahun 2020 yang dilaksanakan, guna penetapan pengurus Bank Riau Kepri dan telah disepakati dalam RUPSLB diusulkan 2 opsi nama kepada OJK, yaitu Indra dan Yan Prana sebagai calon Komisaris Utama Bank Riau Kepri, serta Andi Buchori dan Nizam Putih sebagai calon direktur utama.

Apri Sujadi menuturkan bahwa, Kabupaten Bintan sebagai salah satu pemegang saham berharap semoga dengan RUPS-LB ini, tentunya dapat menguntungkan bagi semua pihak, serta mendukung siapapun yang terpilih, sebagai pengurus. Dimana kedepannya dapat berkerjasama antara PT. Bank Riau Kepri dengan Kabupaten Bintan dalam meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan.

“Tentunya atas nama Pemerintah Kabupaten Bintan mendukung siapapun yang terpilih. Ke depan kita berupaya untuk meningkatkan kapasitas kita di Bank Riau Kepri. Salah satunya dengan penguatan modal sehingga dengan demikian kita berharap bargaining position kita semakin kuat dan Bintan memiliki posisi strategis di PT. Bank Riau Kepri,” ujarnya.

Menurutnya saat ini, Kabupaten Bintan telah menempati posisi nomor 7 dari seluruh pemilik saham di Bank Riau Kepri, dengan modal yang disertakan mencapai Rp 38 miliar atau setara 3,60 persen.

“Kita tentunya menginginkan bargaining position yang kuat serta Bintan mampu memperoleh dividen untuk PAD. Tahun 2018 saja, Pemkab Bintan bahkan memperoleh deviden hingga Rp 9,8 miliar atas penyertaan modal di Bank Riau Kepri. Kita juga menyuarakan agar CSR Bank Riau Kepri, dapat dipergunakan bagi mendukung dan membantu program pemerintah daerah yang tidak tertampung di APBD seperti halnya penggunaan sektor pendidikan tingkat SMA dan juga Perguruan Tinggi,” kata Apri mengakhiri keterangannya.(aiq)