Lingga

5 Abad Lalu Orang Bangka Sudah di Lingga

Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga H. Muhammad Ishak, Said Baragbah, Abdul Haji, Radiono, Engku Saodah dan peserta FGD berswafoto. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Lima Abad Lalu Orang Bangka Sudah di Lingga menjadi topik menarik dalam penyempurnaan buku yang ditulis oleh Said Baragbah dan Abdul Haji di Focus Group Discussion (FGD) ke-2 yang ditaja Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga.

Penyempurnaan buku oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga di Gedung Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kabupaten Lingga di Daik Lingga tersebut dihadiri oleh, Zuriat Sultan Lingga Mak Engku Saodah tokoh atau sesepuh orang Bangka, para budayawan dan sejarawan muda Daik.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga H. Muhammad Ishak yang membuka secara langsung FGD mengatakan, untuk menyukseskan penulisan buku sejarah tersebut ia mengutus Said Baragbah dan Abdul Haji untuk menulisnya. Hal itu diperlukan karena pemikiran dua putera daerah Kabupaten Lingga tersebut, di bidang sejarah dan budaya Melayu.

“Alhamdulillah Radiono sebagai sesepuhnya orang Bangka dan Zuriat Sultan Lingga Mak Engku Saodah menyempatkan diri hadir di sini dalam penyempurnaan buku, tentang orang Bangka masuk ke Lingga. Amat kita butuhkan masukan dari mereka,” ujar Muhammad Ishak, Sabtu (9/11).

Ia berharap, dapat penyempurnaan buku yang telah ditulis. Maka saran dan masukan semua peserta yang hadir sangat diperlukan dalam penyempurnaan sejarah Bangka masuk ke Lingga.

“Di sini akan diperdalam biar lebih lengkap. Kalau orang Bangka datang ke Lingga di abad ke-5. Kita bersyukur sekali, pada FGD pertama, sejarawan dan budayawan dari Provinsi Bangka datang ke Daik Lingga. Semua itu atas kerja keras penulis mencari data pendukung ke Bangka, sehingga budayawan dan sejarawan ikut dalam FGD pertama tentang orang Bangka masuk ke Lingga,” ujar Ishak dan meminta peserta memberi apresiasi pada dua penulis tersebut.

Dia menyebutkan, baru-baru ini ia mendapat buku tentang orang Bangka dan akan diserahkan pada penulis sebagai bahan kelengkapan dalam buku sejarah orang Bangka.

Muhammad Ishak sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya tiga anak muda Lingga yang cikal bakal menjadi sejarawan di Lingga yakni, Lazuardi, Hasbi Muhammad dan Fadli. Ia berharap para sejarawan dan budayawan muda di Lingga terus bermunculan.

“Melalui kegiatan ini kita saling melengkapi, dan buku itu akan menjadi sejarah serta menjadi pegangan kita nantinya, tentang sejarah-sejarah yang ada di Lingga. Ada 3 FGD untuk penulisan buku, Sejarah Sultan Lingga Riau I, Abdul Rahman Syah, Sejarah Pulau Mepar dan Lima Abad Lalu Orang Bangka Sudah di Lingga,” kata dia.

Said Baragbah sebagai penulis buku Lima Abad Lalu Orang Bangka Sudah di Lingga menyampaikan, adanya tulisan tersebut akan menjadi referensi generasi selanjutnya.

“Jangan lupa sejarah, jangan jemu belajar, sebab dengan belajar kita menjadi pandai. Meski penyempurnaan buku belum maksimal, jika ada khilaf mohon dimaafkan,” imbuhnya.

Pada FGD ke-2, banyak saran dan masukan disampaikan pada penulis oleh peserta FGD yang tujuannya untuk penyempurnaan buku yang diberi judul Lima Abad Lalu Orang Bangka Sudah di Lingga disusun oleh Siad Baragbah dan Abdul Haji.(mrs)