Batam

Kisah Insipiratif Sang Jenderal Pada Anak-anak Panti Asuhan

Jenderal Yan Fitri mengelus kepala salah seorang anak panti asuhan.

“Dari doa tulus seorang ibu, lalu biarkan takdir yang bekerja, hasilnya akan terlihat setelah kita mencapai sesuatu yang mungkin tak pernah kita bayangkan.”

KATA-KATA diatas adalah ungkapan Pendiri Sekaligus Pembina Utama Melayu Raya,  Brigjen Pol  Drs Yan Fitri Halimansyah, dihadapan  puluhan anak panti asuhan dari Tanjungpinang yang berkunjung ke kediamannya di kawasan Bengkong, Sabtu (1/11) malam.

Pada anak-anak tersebut, Yan Fitri menyebutkan bahwa doa ibu adalah salah satu berkah terbesarnya, hingga ia menjadi seperti sekarang ini.

“Anak-anak ku, aku yakin kalian adalah anak-anak yang kuat. Kalian kuat melawan kerinduan pada orang tua, jauh dari keluarga. Maka bersungguh-sungguhlah untuk belajar, agar kelak kamu jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain,” kata Wakapolda Kepri ini pada anak-anak panti asuhan.

Yan bercerita, dari umur tujuh tahun ia harus menjadi yatim karena sang ayah tercinta meninggal dunia, dan menyisakan kesedihan yang mendalam pada Yan kecil. Lalu pada usia yang masih 8 tahun ia terpisah lagi dengan ibunya, karena Yan harus bersekolah di Jakarta dan tinggal bersama seorang kakak.

Kesedihan dan kerinduan tak akan pernah tenggelam dengan air mata, tapi kesedihan dan kerinduan itu akan sirna bila kita membakarnya.

Yan melakukan itu, ia membakar kesedihan dan kerinduannya, dengan api semangat untuk membahagiakan ibundanya. Ia kuat dan berhasil, karena ia juga yakin ada doa sang ibu sehingga ia berhasil melewati semua itu. Ia mengikuti jalan takdir yang bekerja, ia berhasil menjadi Jenderal dan membanggakan masyarakat Kepri terutama Tanjungpinang kampung halamannya.

Ia berharap kisahnya ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak panti asuhan.

Untuk diketahui Yan Fitri bersama Himpunan Melayu Raya,  mengundang sebanyak 37 anak-anak dari 6 panti asuhan di Tanjungpinang, berkunjung ke kediamannya.

Di acara itu, selain makan malam bersama, anak-anak panti asuhan juga mempertunjukan kebolehan bernyanyi. Mereka juga memberikan cindera mata buatan mereka pada Jenderal Yan Fitri. Dan di akhir acara, seluruh anak-anak panti asuhan mendapat bingkisan. (dye)