POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Didampingi Hendra Asman, Ruslan Daftar ke DPD Golkar

Foto bersama usai mengambil formulir pendaftaran. (posmetro.co/qul)

BATAM, POSMETRO.CO : Ketua DPD 2 Golkar Batam, Ruslan M Ali Wasyim SH,  mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Batam ke Kantor DPD Golkar Kota Batam, Kompleks Trikarsa Equalita Blok B Nomor 16, Seipanas, Batam, Sabtu (26/10) sore.

DPD Golkar Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, 25 Oktober hingga 2 November 2019 mendatang.

Dalam mendaftarkan diri tersebut, Ruslan didampingi Hendra Asman, yang juga merupakan Bendahara Umum DPD Golkar Batam.

Usai mendaftarkan diri, Ruslan kembali mengutarakan kesiapan dirinya untuk maju dalam Pilkada Kota Batam mendatang. Apalagi sebagai Ketua DPD Golkar Batam, dia sudah mendapatkan mandat dari seluruh Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Batam. Yang mandatnya telah diserahkan pada HUT Partai Golkar ke 55 tahun pada Minggu (20/10) lalu.

Namun meski demikian dirinya tetap harus melewati proses seleksi, sebagai amanat DPP Partai Golkar.

“Tentu bagaimana pun hasilnya nantinya akan ditentukan oleh DPP,” kata Ruslan, yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Lukita Dinarsyah Tuwo, mantan Kepala BP Batam.

Bahkan brand pasangan ini sudah berkembang di masyatakat yakni pasangan LuRus.

Ruslan mengatakan dia bersama timnya akan segera melengkapi semua syarat yang ditentukan DPP.

“Rencanya tanggal 28 Oktober mendatang akan kita kembalikan. Tepat di Hari Sumpah Pemuda,” kata Ruslan.

Penjaringan bakal calon tersebut dilakukan tim seleksi internal yang dinamai Tim 9 yang diketuai oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Batam, M Yunus Muda, SE, Sekretaris, Amrullah Rasal, S. Sos. MM dan 7 orang anggota lainnya.

Penjaringan yang dibuka Partai Golkar ini terbuka bagi internal kader Partai Golkar, maupun kalangan eksternal.

Hingga hari kedua sudah ada tujuh orang yang mendaftarkan diri. Di antaranya M Al Ichsan, Yohanes Tarigan, Taba Iskandar, Yulhendri, Lukita Dinarsyah Tuwo, Haris Lambey, dan Ruslan M Ali Wasyim.(qul)