POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

BBM Campur Air di SPBU Persero Batuampar, 18 Kendaraan Mogok 

Salah satu mobil yang mogok usai mengisi BBM di SPBU Persero, Batuampar. (Posmetro.co/cnk)
BATAM, POSMETRO.CO: Pria paruhbaya bernama Rasyid ini mendadak kesal setelah mobil Toyota Rush hitam yang dikemudikannya mendadak mogok di jalan raya kawasan McDermott, Batuampar, Selasa (22/10).
Padahal lima menit yang lalu dirinya baru saja mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis partalite Rp 150 ribu. Usut punya usut ternyata ada yang tidak beres dengan bahan bakar yang baru diisinya di SPBU Persero, Batuampar.
“Ternyata disebabkan BBM bercampur air. Dan bukan kendaraan saya saja yang mogok. Ada belasan tadi yang diperbaiki mekanik,” ujar Rasyid ditemui di SPBU bernomor
14.294.713 itu, Rabu (23/10).
Pria yang mengenakan kaos merah garis-garis itu tak bisa berbuat banyak. Sambil menunggu kendaraannya diperbaiki montir yang telah difasilitasi pihak SPBU. Tapi Rasyid sedikit galau, karena yang diperbaiki saat ini akan berdampak buruk ke depan terhadap mesin kendaraannya.
“Air sudah masuk ke mesin soalnya,” sesalnya.
Diakuinya, saat minyak disedot dari tanki mobil, kurang lebih setengah botol mineral air yang bercampur dengan minyak (partalite).
“Tengoklah air nya putih bercampur sama minyak (partalite),” tambahnya. Hingga siang kemarin, 18 kendaraan nampak berjejer sedang diperbaiki di kawasan SPBU tersebut. 12 sepeda motor dan 6 unit mobil. Sebagian kendaraan ada yang terpaksa diderek.
Edo Pasaribu, Pengawas SPBU Persero, Batuampar mengatakan, pihaknya bertanggungjawab sepenuhnya atas kerusakan belasan kendaraan akibat BBM yang tercampur air.
“Kalau untuk motor sudah kita ganti semua. Mobil dalam pengerjaan. Pokoknya kita ganti 100 persen,” kata Edo di lokasi.
Dia mengatakan, tercampurnya BBM dan air itu disebabkan lubang bekas pemasangan alat ATG yang dipasang pada bulan Agustus lalu.
“Karena semalam hujan jadi airnya merembes ke dalam hingga masuk ke tanki,” ulasnya.
Pantauan POSMETRO.CO di lapangan, lubang bekas pemasangan pipa ATG itu tertutup dengan tanah. Pipa ATG itu terlihat ditutup dengan timbunan tanah yang terlihat masih sangat basah. Sementara pengakuan Edo, pemasangan pipa itu dilakukan pada beberapa bulan yang lalu.
Sementara Edo menyebut, alat ATG itu untuk mengukur kadar air dan minyak dalam tanki. ATG akan terkoneksi dari server SPBU ke Pertamina untuk mengetahui jumlah pengeluaran BBM. Namun yang terjadi alat tersebut tak mampu mendeteksi kadar air sehingga sampai ke kendaraan konsumen. Alarmnya justru berbunyi setelah air sampai ke tanki kendaraan.
“Waktu alarm berbunyi petugas langsung matikan sistem. Selama 20 menit air dan minyak yang tersedot masuk ke kendaraan konsumen,” tutupnya.
Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Ahmad Nasal Harahap menagatakan, akan menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan dalam kasus ini atau tidak. “Kita akan periksa dan selidiki,” kata Nasal.(cnk)