POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Dikira Sampah, Ternyata Orang Terjun dari Jembatan 1

TIm SAR gabungan saat melakukan pencarian orang yang terjun dari atas jembatan 1 Barelang, Selasa (15/10). (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Dedi, penambang pancung tak menyangka ada orang yang terjun dari jembatan 1 Barelang. Awalnya, pria berumur 39 tahun ini cuek  dan menyangka suara percikan air itu hanya suara sampah yang jatuh ke permukan air.

“Suaranya seperti percikan sebuah benda yang jatuh ke air. Tapi agak keras terdengar, saya pikir ada orang yang buang sampah,” katanya.

Dedi mengatakan, kejadian ini berlangsung Senin (14/10) siang. Ketika itu Dedi sedang melayani tamunya untuk memancing di sekitaran Jembatan 1 Barelang.

“Saya cuek saja, sebab tak ada warga yang heboh. Biasanya, kalau ada yang terjun daru jembatan, pasti ada warga yang berteriak minta tolong, mungkin karena di jembatan ini lagi sepi pengunjung,” jelasnya.

Akan tetapi, Dedi harus terpaksa menuju pinggiran jembatan 1 Barelang. Sebab, ada tamunya cewek yang ingin buang air kecil. Setibanya di pinggiran  jembatan 1, barulah Dedi dapat informasi bahwa ada eorang yang terjun dari jembatan 1.

“Saya langsung disuruh untuk mencarikan orang yang terjun itu. Saya sempat mengelilingi jembatan 1, tapi tak ada hasil,” tutup Dedi.

Informasi yang dihimpun POSMETRO.CO, ternyata pria yang terjun dari jembatan 1 Barelang bernama Juandi Saragih (33). Untuk melakukan pencarian korban, Tim SAR Batam, Polair, Bakamla dan Polsek Sagulung langsung mendatangi lokasi.

“Untuk melakukan pencarian korban, kami menggunakan mopel, alat selam, kapal patroli dan peralatan lainnya,” kata Ipda Tahya, perwira pengawas Tim SAR Ditpolair Polda Kepri.

Tahya mengatakan, Tim SAR sudah melakukan pencarian semaksimal mungkin. Namun sampai Selasa (15/10) siang, korban belum juga ditemukan. Bahkan petugas gabungan itu terkendala karena arus air laut cukup deras.

“Di samping arus laut yang cukup deras, kami juga terkendala karena kedalaman air mencapai 20 meter hingga 30 meter,” ucapnya.

Masih kata Tahya, pencarian ini akan dilaksanakan secara bertahap. Puluhan petugas pun sudah menyisir di sekitar jembatan 1 dan jembatan 2 Barelang. Dan nantinya, pencarian akan dilaksanakan di sekitar perairan Sei Beduk.

“Batas pencarian selama 7 hari, kita sudah lakukan semaksimal mungkin,” tegas Tahya.

Data yang diperoleh Ditpolair, korban diperkirakan terjun dari jembatan 1 pada Senin (14/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika kejadian ini, di sekitaran jembatan 1 Barelang sangat sepi.

“Saat itu, suasana Jembatan 1 Barelang  cukup sepi, sehingga tak banyak yang mengetahui kalau ada orang yang terjun dari jembatan,” tutupnya.(jho)