POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Udara Batam Membaik, Penderita ISPA Turun

Statistik penderita ISPA hingga September 2019. (posmetro.co/ist)
BATAM, POSMETRO.CO: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengklaim kasus penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), menurun pada September 2019.
“Itu karena cepatnya keluar imbauan dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi kepada POSMETRO.CO, Senin (7/10).
Lanjut Didi, faktor pendorong lainnya turunnya kunjungan penderita ISPA ke Puskesmas yakni membaiknya kondisi cuaca di wilayah Batam. Sebagaimana diketahui kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan langit Batam ikut diselimuti asap. Sehingga hal ini menjadi salah satu penyebab penyakit ISPA.
Didi menjelaskan, berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat sepanjang September 2019 ada 5.317 kasus ISPA. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dimana Agustus 2019 ada 7.554 kasus dan Juli 2019 6.404 kasus. Sedangkan pada Juni 2019 tercatat ada 6.367 penderita ISPA dan Mei 2019 sebanyak 8.360 penderita.
Selanjutnya di April 2019 ada 7.194, Maret 8.282, Februari menjadi yang tertinggi selama tahun 2019 yakni 9.036 penderita serta di bulan Januari tercatat 8.177 penderita ISPA.
“September gak ada kenaikan malah. Sepanjang Tahun ISPA selalu di peringkat pertama penyakit terbanyak,” tambah Didi.
Ia menambahkan, ISPA di Batam sendiri dibagi pada beberapa jenis seperti pneumonia atau penyakit infeksi paru-paru di bawah usia 5 tahun, batuk bukan pneumonia di bawah usia 5 tahun. Pneumonia di atas 5 tahun serta batuk bukan pneumonia di atas lima tahun.
Baik ISPA Pneumonia maupun ISPA yang bukan Pneumonia. ISPA Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi ini sering kali disebut dengan paru-paru basah.
“Jika ada gejala agar segera mengeceknya ke dokter atau rumah sakit,” imbaunya.
Terpisah, Kasi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman menyatakan, walaupun sudah mulai sering turun hujan, akan tetapi potensi karhutla masih ada.
“Wilayah Dabo Singkep masih masuk kategori wilayah “sangat mudah” terjadinya kebakaran,” tulis Suratman dalam keterangan resminya.(cnk)