POSMETRO.CO Nasional Kriminal

WNA Cina Tipu Warga Cina Via Indonesia, Ini Modusnya…

Polisi mengekspos pelaku dan barang bukti kasus dugaan penipuan oleh WNA Cina dan Taiwan di Mapolresta Barelang. (posmetro.co/ddt)

BATAM, POSMETRO.CO: Polresta Barelang menyerahkan 46 Warga Negara Asing (WNA) asal Cina dan Taiwan yang diduga melakukan penipuan di Kota Batam ke pihak Imigrasi Kota Batam, Jumat (20/9).

Sementara, satu orang lainnya masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk pendalaman kasus penipuan yang diduga dilakukannya.

46 orang WNA asal Taiwan dan Cina tersebut dibawa menggunakan mobil imigrasi dan dikawal oleh Sat Sabhara Polresta Barelang. 4 orang di antaranya merupakan wanita.

“Totalnya ada 47 orang. 18 orang merupakan warga negara Cina, dua di antaranya wanita. Dan 29 merupakan warga negara Taiwan,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga.

47 WNA tersebut diamankan pada Rabu (18/9) sore. Mereka digerebek di dua tempat berbeda, Ruko Komplek Taman Niaga Sukajadi dan di Ruko Grand Orchid, Kecamatan Batam Kota. Penggerebekan tersebut berawal dari informasi inteligen Polresta Barelang. “Mereka sudah empat bulan di Kota Batam,” katanya lagi

Selain itu, masyarakat juga melaporkan jika banyak WNA berada di dua lokasi itu. Namun warga tak tahu apa kegiatan mereka. Hasil penyidikan polisi diketahui, para WNA asal Cina dan Taiwan ini melakukan penipuan terhadap warga negara Cina.

“Tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban,” tegas Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo.

Dijelaskan Prasetyo, 47 WNA ini dikoordinir oleh seorang berinisial MK, warga Cina. MK melakukan perekrutan para pelaku penipuan. “Dia ini (MK) berada di Cina,” katanya lagi.

MK merekrut warga negara Cina dan Taiwan. Lalu, orang-orang hasil rekrutannya dikirim ke Jakarta. Seorang pelaku asal Cina, CY bertugas sebagai penerima dan mengurus para pelaku di Jakarta dan mengirim mereka ke Batam.

“Tugas CY, mengawasi dan melatih mereka (47 WNA) untuk berpura-pura menjadi polisi,” sebutnya.

Di Batam, mereka ditempatkan di dua tempat, Ruko Komplek Taman Niaga Sukajadi dan di Ruko Grand Orchid Kecamatan Batam Kota. Ruko tersebut didesain seperti ruang kerja. Meja kerja mereka disekat-sekat dan dibuat kedap suara.

Modusnya, saat menghubungi mangsanya, para pelaku berpura-pura sebagai polisi Cina. Mereka berusaha mempedaya korbannya dengan menyebutkan jika anggota keluarga korban tersandung masalah hukum. “MK bertugas mencari nomor korbannya,” ungkapnya.

Untuk meyakinkan calon  korbannya, para pelaku juga mengenakan seragam kepolisian Cina. Jika korban percaya, maka ia akan meminta sejumlah uang dan ditransfer ke rekening MK melalui bank Cina.

“Mereka memilih Indonesia karena jauh dari negara asalnya. Selain itu, akses internet juga bagus,” tutur kapolresta.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan puluhan unit hape, laptop, seragam kepolisian Cina, HT dan, berkas nomor-nomor korbannya.

“Mereka datang satu-satu orang melalui Jakarta dan pindah ke Batam. Jadi kita kesulitan untuk melakukan pengawasan,” kata Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Yukatsih saat berada di Polresta Barelang.

Sementara itu, seorang pelaku mengaku mengeluarkan biaya hidup dan operasional setiap bulannya sebesar Rp 100 juta.

“Kami tidak digaji bulanan. Hasilnya nanti kami peroleh setelah kembali (ke Cina),” kata seorang pelaku yang diterjemahkan oleh translator Imigrasi Kota Batam.

Sore itu, seorang konsulat dan interpol Taiwan di Jakarta juga datang ke Polresta Barelang. Ia menyempatkan diri untuk melihat langsung para pelaku jaringan penipuan tersebut.

“Saya berterimakasih pada Polda Kepri dan Polresta Barelang atas pengungkapan kasus ini,” ujarnya.(ddt)