POSMETRO.CO Metro Kepri Wawancara

Obrolan Sore Bersama Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap

Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap. (posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Batam adalah kota yang unik, hal itu dikatakan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap saat mengunjungi redaksi posmetro.co di Lantai III Gedung Graha Pena, Batamcentre, Senin (16/9). Ia didampingi seorang ajudan yakni Pratu Ilyas Yusman.

“Batam ini unik, ada suku, agama dan istiadat yang ada di Indonesia ada di Batam. Inilah salah satu tantangan bagi kami untuk menghadapi permasalahan dan persoalan dimasyarakat,” ujar pria kelahiran Padang Sidempuan tahun 1978.

Letkol Inf A D Harahap baru saja menggantikan Dandim yang lama Letkol Inf Romel Jangga Wardhana yang ditugaskan sebagai Waasren Danjen Kopassus Jakarta di Makopassus Cijantung.

Menjadi seorang tentara adalah cita-citanya sejak remaja. Meskipun dalam silsilah keluarganya tidak ada mengalir darah militer. Ia menyebutkan, keluarganya hanya orang biasa sang ayah Muda Harahap seorang Kepala Sekolah (Kapsek), sedangkan sang ibu Nurjanah Hasibuan adalah pegawai di Dinas Pendidikan (Disdik) di daerah asalnya.

Namun, berkat didikan dan binaan sewaktu di asrama ketika Sekolah Menengah Atas (SMA) saat itu ia mencoba peluang mendaftar menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tahun 2000, A D Harahap lulus Akademi Militer (Akmil).

“Menjadi TNI keinginan sendiri, sejak SMA saya tinggal di asrama. Kondisi ini yang mendukung, karena di asrama ada pembinaan dari pihak TNI. Secara silsilah keluarga hanya saya saja yang menyerong,” canda suami Twenty Selvia Sari Sianturi.

Pria berdarah batak ini sebelumnya pernah menjabat di daerah perbatasan yang dikenal dengan laut Cinanya. Letkol Inf Ahmad Daud Harahap sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batalyon Komposit (DanyonKomposit) 1/Gardapati Natuna. Jejak karirnya dinilai cukup melesat, dengan diberi amanah bertugas di Kodim 0316 Batam.

“Saya dulu tugas di Natuna baru ke Batam. Dikatakan Batam menggoda tidak juga. Saya hanya ditugaskan, jadi harus siap ditempatkan di mana pun,” tegas pria berusia 41 tahun itu.

Pria murah senyum dan suka bergurau ini berkesempatan memberikan tips bagi remaja yang berminat ingin menjadi seorang TNI/Polri. Sejak dini harus menjaga kesehatan dari hal-hal kecil, lalu disiplin dan menjaga nilai akademik.

“Hal-hal kecil yang harus dijaga, seperti tinggi badan, mata, telinga, hidung dan lainnya. Lalu terus angka akademik juga harus dijaga. Terutama yang namanya gadget kita harus pelan-pelan menghapus. Artinya bagaimana kita mengalihkan perhatian anak ke hal lain bukan melarangnya,” jelas A D Harahap.

Disinggung olahraga yang diminati bapak dari Ahlam Daud Hamonangan Harahap dan Davina Hasian Harahap ini, secara guyon ia mengatakan, olahraga yang dilakukannya dibilang simpel. Seperti lari dan futsal. Untuk menjaga kebugaran tubuhnya sebagai seorang perwira menengah. Sementara, untuk bernyanyi ia angkat tangan.

“Kalau main golf saya mau lagi belajar di sini (Batam). Item-item inilah yang harus kita lakukan karena kondisinya. Terpaksa main golf karena terpaksa. Kita olahraganya simpel-simpel saja. Kalau bernyanyi jangan lihat dari Harahapnya, musik ada, suaranya yang ke mana-mana,” tutupnya mengakhiri obrolan sore di POSMETRO.CO.(hbb)