Batam

Informasi Hoaks Lowongan Kerja di RSUD-EF

Halaman depan Rumah Sakit Umum Embung Fatimah. (posmetro/jho)

BATAM, POSMETRO.CO : Beredar Informasi bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah(RSUD-EF), Batuaji buka lowongan kerja khusus memandikan dan perawatan jenazah. Pekerjaan ini dibuka untuk laki laki dan wanita umur maksimal 50 tahun.

Dalam informasi ini, si pelamar kerja harus memiliki KTP Batam, Ijazah SMU, NPWP, surat lamaran, daftar riwayat hidup, surat kesehatan dan bebas narkoba, SKCK, poto berwarna 4 x 6 dan memilki tinggi badan 160 cm.

Jadwal kerja ini pun akan di bagi menjadi 3 sift, yakni pagi 06.30 WIB-14.00 WIB, siang 14.00 WIB-21.00 WIB dan malam 21.00 WIB-06.30 WIB. Bagi pekerja yang lolos akan mendapatkan gaji UMK Batam, BPJS Kesehatan, BPJS Pensiun dan dapat makan.

Namun informasi yang beredar di media sosial(medsos) ini tidak betul alias hoaks. Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Humas RSUD-EF Kota Batam, Novi. Dan sejauh ini, pihak RSUD-EF sudah melakukan klarifikasi terkait informasi tersebut.

“Informasi ini berwdar pada Rabu (3/7). Kami hanya bisa mengklarifikasi dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa itu hoaks,” jelas Novi saat di wawancarai POSMETRO, Kamis(4/7) siang

Novi melanjutkan, sejauh ini belum ada lamaran yang di terima dari masyarakat. Tapi masyarakat sudah banyak yang menanyakan hal ini ke RSUD-EF.

“Informasinya beredar luas, jadi masyarakat langsung menelpon kami dan menanyakan hal ini,” tuturnya lagi.

Nah, melalui koordinasi dari masyakarat  tersebut, Novi menilai bahwa masyakat sudah cerdas dan tidak mau di bohongi oleh orang otang yang tak bertanggungjawab.

“Salah satu bukti, masyakarat tidak langsung mengirim lamaran, mereka memilih koordinasi sama kita,” ulasnya.

Sampai berita ini siap diketik, pihak RSUD-EF belum mengetahui siapa dalang dari penyebar hoaks tersebut. Meski demikian, pihak RSUD-EF akan berupaya mencari sumber utama atas informasi tersebut.

“Itu pasti kami cari, kami juga tidak tahu apa tujuan dari orang itu hingga menyebarkan infomarsi hoaks tentang RSUD-EF,” tegasnya.

Saat ditanya apakah pihak RSUD-EF akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, Novi mengatakan belum ada arah ke sana. Pihak RSUD-EF sendiri masih fokus untuk melakukan klarifikasi agar masyarakat kota Batam tidak terpengaruh.

“Kita lihat dulu. Kalau memang informasi ini berkembang ke arah negatif, maka kita akan mengambil tindakan hukum. Sejauh ini kami masih berupaya melanjukan klarifikasi,” tutupnya. (jho)