29 Calon TKI Ilegal Diamankan Saat Akan Dikirim ke Malaysia

    spot_img

    Baca juga

    Jadi Tersangka, Pj Walikota Tanjungpinang, Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

    BINTAN, POSMETRO: Ditetapkannya Penjabat Walikota Tanjungpinang, Hasan, sebagai tersangka,...

    KONI Kepri Siapkan Atletnya Menuju PON Aceh-Sumut

    KEPRI, POSMETRO: Pelaksanaan PON Aceh-Sumut akan dilangsungkan dari 8-20...

    3 Buaya Terpantau Tim Gabungan Saat Penyisiran Sungai

    BATAM, POSMETRO.CO : Tim gabungan Polri, TNI, Balai Konservasi...

    Selama Mudik Lebaran, Bandara Internasional Batam Layani 1.741 Penerbangan

    BATAM, POSMETRO.CO : PT Bandara Internasional Batam (BIB) mencatat...

    Progres Rempang Eco-City, BP Batam: Listrik dan Air Sudah Mulai Masuk

    BATAM, POSMETRO: Progres pengerjaan bangunan empat rumah contoh untuk...
    spot_img

    Share

    Empat orang pengurus pengiriman TKI ilegal ke Malaysia kini diamankan polisi. (posmetro/abg)

    BATAM, POSMETRO.CO : Jajaran Direskrimum Polda Kepri kembali menggagalkan keberangkatan 29 orang calon tenaga kerja ilegal dari berbagai daerah di Indonesia yang akan di kirimkan melalui Pelabuhan Batu Besar, Nongsa tujuan Negara Malaysia.

    Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menyatakan, sebanyak 29 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ini nerasal dari Flores 15 orang, Lombok 6, Makasar 4, Bengkulu 1, Medan 1, Madura 1 dan Sumba 1.

    “Semuanya akan diberangkatkan menggunakan perahu kayu,” kata Erlangga pada Kamis (6/12).

    Erlangga mengungkapkan, kronologis kejadian berawal, pada tanggal 3 Desember lalu pihaknya mendapatkan informasi akan adanya pengiriman TKI pada hari tersebut. Tepat pukul 20.00 WIB, petugas mencurigai dan memberhentikan dua kendaraan yang di gunakan untuk mengangkut TKI.

    “Dalam 2 mobil terdapat 29,imigran ilegal termasuk anak di bawah umur,” ungkapnya.

    Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan kwitansi pembelian solar untuk keberangkatan kapal, 5 paspor black list (tidak berlaku), uang Rp 10,2 juta, kapal kayu dengan 2 mesin, 2 kendaraan jenis Avanza dan Pazero.

    Tidak hanya mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan 4 orang pelaku yang terlibat dalam proses keberangkatan secara ilegal. Masih kata Erlangga, untuk bisa berangkat ke Malaysia, pengelola pengiriman TKI ilegal memungut biaya kepada korban Rp 1,7 juta hingga Rp 3 juta. “Biaya yang di minta variatif sesuai lama di penginapan sementara,” pungkasnya. (abg)