Metro Kepri

Terkait Black Campaign Pilkada di Kepri, Polda Kepri Beberkan Hasil Patroli Cyber

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Harry Goldenhardt. Foto: cnk

BATAM, POSMETRO.CO: Terkait adanya sejumlah postingan ujaran kebencian (hate speech) dan kampanye hitam (black campaign) kepada salah satu pasangan calon (Paslon) kepala daerah di Kepri di platform media sosial ternyata sudah dipantau Tim Patroli Cyber Polda Kepri.

Selain Polri, Bawaslu, Kominfo dan Komisi Penyiaran, juga tim yang ikut bergabung dalam patroli di dunia maya selama tahapan Pilkada serentak 2020. Tim Patroli Cyber tak menutupi adanya temuan adanya dugaan pelanggaran Pilkada “berkeliaran” di platform medsos.

“Kita Polri tidak ada konteks untuk menentukan itu black campaign, ujaran kebencian terhadap salah satu paslon atau lainnya. Tapi yang menentukan itu adalah Bawaslu,” tegas Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Harry Goldenhardt menjawab konfirmasi POSMETRO.CO, Sabtu (5/12).

Lantas, sudah berapa banyak akun medsos atau group WhatsApp yang berpotensi menyerang salah satu paslon dan menjadi atensi tim patroli cyber?

Harry hanya menjelaskan, setiap hasil patroli di medsos selalu dilaporkannya kepada Bawaslu, salah satu lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

“Jika ada dalam laporan tersebut dugaan pelanggaran, Bawaslu yang memiliki kewenangan,” ujarnya.

Namun, kata Harry, sejauh ini belum ada Tim Pemenangan atau Relawan masing-masing Paslon Kepala Daerah di Batam atau Kepri yang membuat laporan.

“Saya melihat untuk penggunaan platform media sosial saat ini masih baik,” terang Harry.

Pihaknya berharap di Pilkada nanti bisa kondusif di dunia maya dan dunia nyata.

“Siapapun nanti yang jadi pemimpin. Kita berharap itulah yang terbaik, yang mau membangun daerah serta bisa membawa ekonomi di Kepri ini tetap pulih,” harapnya.(cnk)