Kriminal

Gondol Rp 210 Juta, Perampok Seret Korban dengan Mobil Didor Polisi

Dua perampok sadis, Saprianto Turianto (33) dan M Affin Jaonano (26) saat dibekuk polisi. Foto: abg

BATAM, POSMETRO.CO: Tim Macan Satreskrim Polresta Barelang menghadiahi dua perampok sadis, Saprianto Turianto (33) dan M Affin Jaonano (26) dengan timah panas di kakinya, setelah mencoba melakukan perlawanan saat akan diringkus.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto saat dikonfirmasi membenarkan, kedua pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polresta Barelang.

“Dua tersangka sudah sudah diamankan. Mereka masih menjalani pemeriksaan,” ungkap Yos.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan mengungkapkan, kedua pelaku dibekuk pada Senin (30/11) malam di dua tempat berbeda.

Saprianto, diamankan di kamar kosnya dekat Hotel Hans Nagoya. Sementara Affin diamankan di kawasan Nagoya Newton.

“Hasil pemeriksaan, mereka beraksi berdua. Korban juga mengalami luka-luka karena terseret mobil pelaku,” terang Andri.

Perampokan tersebut terjadi di ruko yang dijadikan toko sembako di kawasan Mall Botania 2. Pelaku, berhasil membawa kabur uang milik korban Rp 210 juta. Tidak hanya itu, kejadian ini juga membuat korban mengalami luka-luka akibat terseret mobil pelaku saat melakukan pengejaran.

Aksi perampokan sadis ini, juga terekam CCTv yang ada di sekitar lokasi. Dalam rekaman itu, terlihat jelas korban terseret cukup jauh hingga akhirnya pegangannya pada mobil pelaku terlepas.

Selain itu, pelaku terlihat menggunakan mobil berwarna orange berhenti di depan sebuah toko, dengan posisi kepalanya mengarah keluar.

Dalam hitungan hari, akhirnya kedua penjahat itu berhasil diringkus Tim Macan Satreskrim Polresta Barelang.

Ditemui di Mapolresta Barelang, kedua pelaku mengaku menggunakan uang hasil rampokan itu Rp 210 juta untuk berfoya-foya setelah dibagi-bagi.

Saprianto mengaku dari uang Rp 210 juta, ia berikan kepada Affin Rp 10 juta, dan sisanya dipakai untuk dirinya sendiri.

“Saya yang bagi uangnya. Affin hanya saya bagi Rp 10 juta. Karena dia hanya saya ajak untuk mengemudikan mobil. Sementara yang beraksi mengambil uang dari mobil korban saya sendiri,” ucapnya, Selasa (1/12) malam.

Ditambahkan Saprianto, setelah membagi uang itu, ia menggunakannya untuk berfoya-foya dan membelanjai pacarnya.

Perampokan itu terjadi pada Jumat (20/11) lalu. Sementara ia diamankan pada Senin (30/11) malam. Hanya beberapa hari hingga dibekuk, uang itu pun sudah habis dipergunakannya untuk foya-foya.

“Saya belikan emas, TV, speaker aktif, belanjakan pacar, dan juga pergi happy atau ‘on’ ke diskotek. Sisa di ATM hanya Rp 7 juta saja,” bebernya.

Selama 10 hari menikmati uang hasil rampok itu, Saprianto sudah 6 kali masuk diskotek. Sekali pergi, ia bisa menghabiskan uang hingga Rp 10 juta.

Sementara Affin, mengaku menggunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari, dan membayar pajak mobilnya.

“Saya punya mobil yang digunakan untuk taksi online. Karena sekarang pemasukan jadi taksi online tidak lancar lagi, kadang saya sewakan kepada orang. Uangnya saya gunakan untuk bayar pajak mobil,” paparnya.

Affin mengaku tak menyangka akan dibawa Saprianto untuk merampok.

“Saya hanya disuruh mengemudikan mobil yang disewa. Setelah sampai di lokasi baru saya tahu apa yang akan dilakukan, karena juga butuh uang, makanya saya ikut saja,” ujarnya.(abg)