Batam

Warga Batam Kena Covid-19 Mencapai 3.992 Kasus, Pasien Meninggal 100 Orang

 

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Data Covid-19 di Kota Batam, ada penambahan 38 kasus, dengan total mencapai 3.992 orang. Sementara pasien yang meninggal tembus diangka 100 orang. Jumlah ini berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Sabtu (28/11).

Kata, Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, hingga kini total pasien yang masih mendapatkan perawatan berjumlah 671 pasien, dan total yang sembuh 3.321 pasien.

“Yang positif 38 orang, dan sembuh 17 orang. Memang masih ada penambahan. Sehingga, kasus terjadi,” sebut Didi, Minggu (29/11).

Lebih lanjutnya, pnyebaran memang terpusat di sembilan kecamatan mainland atau perkotaan. Sedangkan untuk hinterland masih berada di zona kuning dan hijau.

“Belakangpadang dan Bulang kuning, sedangkan Galang hijau. Lebihnya zona merah,” imbuhnya.

Didi berharap jumlah pasien yang sembuh bisa lebih banyak. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap penanganan virus di Batam. Saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan langkah vaksinasi kepada masyarakat.

“Diharapkan ini bisa jadi obat kekebalan sehingga virus ini bisa ditangkal dan tidak ada lagi penambahan kasus,” harap Didi.

Dari data terlihat pasien positif masuk dalam kategori kontak erat dan terpapar dari keluarga. Untuk menekan hal ini, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Virus bisa dikendalikan mulai dari lingkungan keluarga, ini merupakan tindakan pencegahan yang cukup mudah diterapkan,” ujarnya.

Penambahan kasus masih berasal dari klaster karyawan swasta sebanyak 2.226 orang, disusul ibu rumah tangga 360 orang, wiraswasta 286 orang, dan pelajar 234 orang.

Sebelumnya, Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum menambahkan pihaknya terus berupaya menekan angka penyebaran. Beberapa waktu lalu, pihaknya juga mendistribusikan bantuan ke beberapa kecamatan.

“Kita berupaya memutus mata rantai Covid-19. Jadi tolong digunakan masker. Karena virus ini belum berhasil kita kendalikan,” imbuhnya.

Semua pihak berharap virus ini cepat berlalu. Sehingga proses pemulihan perekonomian di Batam bisa segera terwujud. Tidak saja itu, menurutnya negara Singapura dan Malaysia juga ingin segera membuka akses, namun mereka ingin kondisi Batam aman terlebih dahulu.

“Saya juga sudah bentuk tim untuk percepatan vaksinasi, mudah-mudahan berjalan baik jelang vaksin tiba. Jadi, masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.(hbb)