Hukum

Timbulkan Kerugian, Warga Cipta Asri Kembali Demo Developer Renggali

Warga Cipta Asri, Kecamatan Sagulung saat berujukrasa di Developer Perumahan Renggali. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Warga Cipta Asri, Kecamatan Sagulung, beberapa hari lalu sudah berujukrasa ke Kantor Developer Renggali. Namun unjukrasa saat itu tak membuahkan hasil. Permintaan warga Perumahan Cipta Asri belum ditanggapi pihak developer.

Untuk kedua kalinya, puluhan warga mendatangi proyek Perumahan Renggali yang berada persis di depan Perumahan Cipta Asri, pinggir jalan Trans Barelang pada Sabtu (28/11). Lagi-lagi, warga pulang dengan tangan kosong, karena pihak Renggali tak dapat dijumpai di lokasi.

Ketua RW 12 Perumahan Cipta Asri, Hasbulah, mengatakan, sebelum membangun tapak perumahan, pihak developer Renggali harusnya membuat saluran air. Setelah itu dipastikan apakah saluran air itu bekerja dengan baik.

“Jika ingin membangun perumahan silahkan, kami tak melarang. Tapi aliran air jangan sampai mengganggu Perumahan Cipta Asri,” ucapnya.

Hasbulah menuturkan, permintaan warga hanya sederhana saja. Pihak developer harus merespon baik keluhan warga, dan mau menandatangani perjanjian terkait pembuatan saluran air itu.

“Demo yang kami lakukan ini berkaitan erat dengan tewasnya seorang anak di parit Cipta Asri. Kami tidak mau kejadian seperti itu terulang lagi, makanya harus ada respon serius,” katanya.

Hasbulah menyebut, selain korban jiwa, warga Cipta Asri juga mengalami kerugian material yang jumlahnya tak sedikit. Totalnya mencapai puluhan juta, akibat bajir yang disebabkan oleh pematangan lahan Perumahan Renggali tersebut.

“Setiap turun hujan, Perumahan Cipta Asri terendam. Banyak harga benda warga yang terendam, termasuk kendaraannya dan barang berharga lainnya,” tuturnya.

Menurut Hasbulah, sejauh ini pihak pengembang masih menggunakan metode lama untuk mengatasi banjir, yakni membangun dam di sekitar proyek. Tapi upaya itu belum efektif, karena hanya untuk jangka pendek saja.

“Kita ingin supaya pengerjaannya jangka panjang, pihak pengembang harus memikirkan keselamatan warga, itu saja yang kami minta,” tegasnya.

Terakhir, Hasbulah menyampaikan, sebelum adanya tindakan serius dari pihak pengembang, maka aktifitas pematangan lahan Perumahan Renggali akan dihentikan warga.

“Permintaan kami sederhana saja pak, mohon supaya memberikan respon yang baik, itu untuk kebaikan warga. Bagaimana jika orang tua anak kerja, sementara anaknya tinggal di rumah dengan kondisi rumah terendam,” tutupnya.

Dalam aksi demo pada Sabtu, warga juga mempertanyakan izin amdal pengelolaan proyek tersebut. Saat ditanya warga, pihak pengembang berjanji akan secepatnya menunjukkan foto copy amdal. Tapi ditunggu-tunggu, apa yang dijanjkannya itu belum terpenuhi hingga sekarang.

“Katanya mau tunjukkan foto copy amdalnya, tapi sejauh ini tak kunjung ditunjukkan,” ucap seorang warga di sana.

Dalam aksi demo tersenut, jajaran Polsek Sagulung terlihat di lokasi. Kaposlek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf berharap agar warga selalu menjaga ketertiban.

“Sejauh ini tak ada masalah dalam hal keamanan. Warga hanya menyampaikan keluhannya kepada pihak pengembang,” ujarnya.(jho)