Hukum

Sogok Oknum Operator SPBU, Tangki Mobil Pelangsir Bensin Diisi Lebih

Antrian mobil yang hendak mengisi bensin di SPBU beberapa waktu lalu. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Mobil tangki minyak milik pertamina masih melakukan proses pemindahan premium ke banker. Tapi kendaraan roda empat sudah berbaris di sepanjang jalan sekitar SPBU. Para pengendara betah, meski berjam-jam antri, demi mendapatkan premium atau bensin.

Pemandangan itu merupakan hal yang biasa terlihat di kawasan Batuaji dan Sagulung. Untuk mengatasi kelangkaan minyak premium, pertamina sudah mengambil kebijakan, yakni membatasi jumlah pengisian premium, maksimalnya Rp 100 ribu pada tiap kendaraan.

Operator SPBU pun tanpa banyak tanya langsung mengisi bensin seharga Rp 100 ribu pada tiap mobil sesampai di depan dispenser.

“Segitu batas maksimalnya pak, Rp 100 ribu. Tak usah ditanya lagi, mau isi berapa. Semua pengendara yang antri ini ingin lebih dari Rp 100 ribu,” tegas seorang operator SPBU di Sagulung, Sabtu (28/11).

Belangan diketahui, ada oknum operator SPBU yang bisa mengisi lebih dari Rp 100 ribu. Tentu saja si oknum terlebih dahulu disogok. Dan biasanya si operator sudah saling kenal dengan si pengendara yang merupakan pelangsir bensin.

“Saya bukan operator SPBU, tapi saya bekerja di dalam kawasan SPBU ini. Mereka (operator SPBU) pernah bercerita tentang uang masuknya,” ucap seorang sumber kepada POSMETRO.CO.

Sumber tadi mengatakan, perbuatan curang itu sudah biasa dilakukan oknum operator tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar gaji yang diterimanya tiap bulan.

“Dari batas maksimal Rp 100 ribu, maka diisi Rp 150 ribu atau lebih. Lalu (si operator) dikasih uang saku Rp 10 ribu. Jika pengisian mencapai 10 kali, maka sudah dapat Rp 100 ribu,” terang sumber tadi.

Rata-rata pemburu premium memang ingin mendapatkan minyak yang lebih. Premium ini biasanya akan dikemas ke dalam botol untuk dijual kembali di pinggiran jalan. Banyak pedagang eceran yang akan menampung premium.

“Tak semua operator SPBU mau ngasih lebih dari Rp 100 ribu. Itu tergantung kedekatan antara sopir dengan operator saja,” ucap Monang, seorang pengantri premium.

Namun, Monang berharap supaya semua operator SPBU bertindak profesional. Jika memang batas maksimal pengisian Rp 100 ribu, maka harus diterapkan adil kepada semua pengendara.

“Jika saya lihat, itu-itu saja orangnya yang mengatri di setiap SPBU,” ucap Monang.

Monang melanjutkan, jika 1 mobil sudah mendapatkan minyak premium, maka mobil tersebut akan kembali antri di SPBU lainnya.

“Kita mau bilang apalagi, kondisi ekonomi yang buat mereka seperti itu, lagian cari kerja saat ini sangat sulit,” tutupnya.(jho)